- BNPB melaporkan 4.245 kepala keluarga di lima kecamatan Kabupaten Lombok Barat mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
- Fenomena hari tanpa hujan selama satu bulan terakhir menyebabkan penurunan drastis pasokan air bagi warga setempat tersebut.
- BPBD Lombok Barat mengerahkan bantuan mobil tangki air serta memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk memenuhi kebutuhan warga.
SuaraBali.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 4.245 kepala keluarga (KK) di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdampak krisis air bersih menyusul fenomena hari tanpa hujan selama satu bulan terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026, mengatakan bahwa kondisi kekeringan tersebut memicu penurunan drastis pasokan sumber air domestik warga.
"Fenomena hari tanpa hujan dalam sebulan ini berimplikasi langsung pada kesulitan masyarakat di lima kecamatan untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian mereka," kata dia.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Selasa (23/6), sebaran warga terdampak meliputi 1.357 KK di Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong dan 306 KK di Desa Jembatan Gantung Kecamatan Lembar.
Selanjutnya dampak kekeringan juga melanda kawasan Kecamatan Gerung dengan rincian 500 KK di Desa Banyu Urip dan 718 KK di Desa Giri Tembesi, diikuti 630 KK di Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan), serta 734 KK di Desa Persiapan Penanggak Kecamatan Batulayar.
Guna mengantisipasi dampak kedaruratan yang meluas, Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat memprioritaskan pengerahan empat unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing armada sebanyak 5.000 liter ke kawasan terdampak.
Dia menambahkan, otoritas penanggulangan bencana daerah setempat juga terus memperkuat koordinasi lintas sektoral guna mempertebal suplai bantuan logistik air ke kantong-kantong permukiman warga.
"BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Barat, PDAM Giri Menang Mataram termasuk sektor dunia usaha lainnya untuk memaksimalkan pendistribusian air bersih melalui penambahan armada mobil tangki air maupun pasokan air bersih," ujarnya.
Baca Juga: Korupsi Sarung dan Mukena, Legislator Lombok Barat Dituntut 2 Tahun Penjara
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang