- Kemacetan arus mudik Lebaran terjadi karena jadwal cuti bersamaan sehingga kendaraan menumpuk di jalan.
- Pemudik dapat menghindari macet dengan memilih waktu perjalanan pada malam atau dini hari yang lebih sepi.
- Penting memeriksa aplikasi navigasi dan mempelajari detail kondisi jalan alternatif sebagai solusi penghindaran kemacetan.
SuaraBali.id - Arus Mudik hingga Arus Balik Lebaran seringkali membuat para pemudik galau. Karena harus bersiap menikmati kemacetan sepanjang jalan.
Hal ini diakibatkan karena jadwal cuti mereka bersamaan, sehingga berangkat mudik dan pulang kembali ke perantauan pun di hari yang sama.
Alhasil, kendaraan mulai dari roda 2, roda 4, hingga bus menumpuk jadi satu di sepanjang jalan, dan mengakibatkan macet.
Meskipun hanya menjadi momen setahun sekali, rasanya jika harus menikmati kemacetan dijalan akan sangat membosankan.
Belum lagi jika macetnya sampai puluhan kilometer, hal ini akan sangat menguras tenaga dan waktu.
Berikut beberapa tips mudik maupun balik ke perantauan akan terhindari dari kemacetan:
1. Pilih Waktu yang Tepat
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mudik ke kampung halaman maupun pulang lagi kembali ke perantauan adalah memilih waktu yang tepat.
Tidak hanya sekedar berangkat dan pulang, anda harus mempelajari jam – jam dimana keadaan jalan raya ramai lancar, sehingga tidak macet parah.
Baca Juga: Balas Dendam Kuliner Lebaran Bikin Perut Buncit? Terapkan 5 Gerakan Ampuh Ini
Perjalanan mudik lebaran maupun kembali pulang ke perantauan bisa dilakukan di malam hari hingga dini hari.
Di waktu tersebut bisa menjadi pilihan, karena lalu lintas cenderung lebih lancar bahkan sepi, karena kendaraan masih terhitung jari.
Kebanyakan orang akan mulai melakukan perjalanan dipagi hari selepas Salat Subuh hingga pukul 09.00 pagi.
Kemudian di sore harinya mereka akan memilih di pukul 02.00 – 03.00 sore, dimana keadaan sudah mulai teduh, namun tidak terlalu sore juga.
2. Cek Keadaan Jalan Melalui Aplikasi Navigasi
Sebelum melakukan perjalanan di hari H, saat mudik maupun pulang kembali ke perantauan. Sebaiknya anda mulai mengecek Aplikasi Navigasi, misalnya Google Maps.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya