- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang mengkaji penguatan lokapasar lokal untuk melawan dominasi pemain asing global.
- Purbaya sedang mencari cara menghidupkan perusahaan domestik agar mampu bersaing dengan dominasi platform digital asing.
- Selain itu, Menkeu berupaya menjaga permintaan domestik dan optimis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 capai 5,7 persen.
SuaraBali.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji upaya-upaya untuk memperkuat platform lokapasar (marketplace) lokal guna mencegah dominasi pemain global di tengah pertumbuhan pesat digitalisasi perdagangan.
Purbaya menilai ekosistem lokapasar saat ini lebih banyak dikuasai perusahaan asing. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan bagi para pelaku usaha lokal.
“Saya lagi pikirkan ada nggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (21/3).
Untuk bisa menghadirkan tandingan dari pelaku dalam negeri, Purbaya mencoba mempelajari ekosistem lokapasar eksisting, termasuk yang berkolaborasi dengan media sosial seperti Tokopedia dan TikTok.
Langkah itu merupakan salah satu upaya Purbaya untuk memperkuat perekonomian nasional.
Di tengah gejolak geopolitik global, Menkeu memasang strategi penguatan permintaan domestik guna mencegah ketergantungan terhadap faktor eksternal.
Selain soal "marketplace", bendahara negara juga menyiapkan rencana dukungan terhadap sektor swasta, menjaga daya beli masyarakat, mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari dampak harga minyak global, hingga mendorong belanja pemerintah agar terserap tepat waktu.
“Walaupun global begitu, tapi permintaan (domestik) masih kencang. Mungkin (ekonomi) akan melambat kalau (konflik) naik terus. Tapi saya akan jaga permintaan domestik,” tuturnya.
Secara keseluruhan, dia menilai perekonomian nasional relatif terjaga, yang terlihat pada berbagai indikator ekonomi serta tinjauan lapangan yang dia lakukan pada Ramadhan.
Baca Juga: Bukti Sianida dan Merkuri dari China Ditemukan di Tambang Ilegal Lombok Barat
Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mampu mencapai 5,7 persen.
“Kalau angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 persen,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Investasi Kapal Miliaran Sia-sia? Ini Penyebab Utama Kapal Menumpuk di Pelabuhan Ketapang
-
Warisan Leluhur Disulap Jadi Camilan Sehat, Produk UMKM Lombok Ini Tembus Pasar Internasional
-
Skandal Imigrasi Bali: Bagaimana 8 Pejabat Keruk Ratusan Miliar dari WNA
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres