- Kepadatan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk masih terjadi pada Selasa (17/3/2026) meskipun telah berkurang dari hari sebelumnya.
- Antrean kendaraan dari arah Denpasar tercatat sepanjang 9 kilometer, sementara arah Singaraja tidak menunjukkan antrean signifikan.
- Kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan mudik tanpa diimbangi kapasitas kapal penyeberangan yang memadai.
SuaraBali.id - Kepadatan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih tejadi pada Selasa (17/3/2026). Namun, kepadatan mulai berkurang dibanding hari-hari sebelumnya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menyampaikan jika hingga pukul 15.20 WITA, situasi penyeberangan masih tergolong sangat padat.
Namun demikian, antrean kendaraan dari arah Denpasar berhasil ditekan dengan menyisakan kemacetan sepanjang 9 kilometer dari pelabuhan.
Sementara, dari arah Singaraja sudah tidak ada antrean kendaraan.
Sementara itu, antrean sepeda motor yang beberapa hari lalu sempat sangat padat dan mengular, hari ini sudah ada penurunan.
“Situasi dalam keadaan aman, arus lalin penyeberangan keluar Bali menuju Jawa sangat padat,” ungkap Ariasandy pada Selasa (17/3/2026).
“Ekor antrean dari arah Denpasar sampai Desa Klatakan, Kecamatan Melaya dengan jarak kurang lebih 9 kilometer sedangkan dari arah Singaraja ekor antrean nihil,” tambahnya.
Seluruh armada kapal sebanyak 35 armada masih dikerahkan untuk lalu lintas penyeberangan.
Lebih lanjut, Ariasandy menjelaskan jika kondisi kemacetan yang terjadi dalam arus mudik tahun ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang hendak menyeberang dari Pulau Bali ke Pulau Jawa.
Baca Juga: 5 Dampak Nyepi yang Bikin Langit Bali Bersih Total Penuh Bintang
Namun, peningkatan volume kenderaan itu tidak dibarengi dengan kapasitas kapal yang memadai.
Sehingga, banyak kendaraan yang terhambat dan akhirnya mengakibatkan kemacetan yang panjang.
“Situasi ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang hendak menuju Pulau Jawa, terutama dalam momentum arus mudik,” ungkap dia.
“Namun, lonjakan jumlah kendaraan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan armada kapal penyeberangan yang memadai, sehingga kapasitas pelayanan di pelabuhan menjadi terbatas dan memicu antrean panjang kendaraan,” tutur Ariasandy.
Melihat kondisi tersebut, Polda Bali masih berkoordinasi dengan instansi lain untuk menemukan solusi yang terbaik di tengah arus mudik yang masih berlangsung.
“Kapolda Bali bersama pejabat terkait akan melaksanakan koordinasi lebih lanjut dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi terbaik, sehingga pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Transformasi BRIvolution Reignite Melaju Pesat, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian