Muhammad Yunus
Selasa, 17 Maret 2026 | 14:23 WIB
Ogoh - ogoh pada saat parade tahun 2025 di Kota Mataram, NTB [SuaraBali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Mataram mengatur Parade Ogoh-ogoh dimulai pukul 12.00 WITA agar tidak mengganggu ibadah Ramadan.
  • Rute Pawai Takbiran Idulfitri diubah agar tidak melewati perkampungan umat Hindu selama Nyepi.
  • Kedua kegiatan ibadah tersebut diantisipasi agar berjalan aman dan harmonis, menunjukkan toleransi di Mataram.

SuaraBali.id - Tahun ini pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri hampir bersamaan.

Untuk menjaga keamanan dan kekhusyuaan pelaksanaan ibadah masing-masing agama, Pemerintah Kota Mataram membuat aturan selama pelaksanaan Parade Ogoh – Ogoh dan Pawai Takbiran.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan selama pelaksanaan parade ogoh-ogoh, Pemda Kota Mataram bersama lintas sektor sudah mengatur berbagai hal.

Hal ini dilakukan agar parade tersebut tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam pada bulan suci Ramadan ini.

Berdasarkan hasil rapat yang digelar, Parade ogoh-ogoh akan mulai pukul 12.00 WITA dengan titik start di depan Kantor Lurah Cakra Barat.

Panitia menargetkan seluruh rangkaian kegiatan selesai sebelum pukul 17.30 WITA.

Proses pembuatan miniatur masjid di Kota Mataram [SuaraBali.id/Buniamin]

“Perkiraan kita atraksi 3 menit dan jam maksimal 17.30 sudah selesai. Karena jumlah ogoh-ogoh itu ada 105,” katanya, Selasa (17/3).

Setelah parade ogoh-ogoh berakhir, umat Hindu akan melanjutkan rangkaian ritual keagamaan seperti Perang Api di Perempatan Negara Sakah, Cakranegara.

Diterangkan Martawang, prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Nyepi sebelum umat Hindu melaksanakan ritual Mecaru (Pecaruan) di rumah masing-masing dan memasuki masa Tapa Brata Penyepian.

Baca Juga: 5 Dampak Nyepi yang Bikin Langit Bali Bersih Total Penuh Bintang

“Momentum ini menunjukkan kuatnya toleransi di Kota Mataram. Umat Hindu bersiap menjalankan Nyepi, sementara umat Islam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah memastikan kedua kegiatan berjalan aman dan harmonis,” katanya.

Sedangkan untuk pawai takbiran, pemerintah Kota Mataram mengubah beberapa rute yang biasanya dilalui setiap tahun.

Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah umat Hindu.

“Jika pelaksanaan hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 20 Maret maka malam itu takbiran. Dan umat Hindu sedang melaksanakan Hari Raya Nyepi. Makanya kita akan ubah rutenya,” katanya.

Rute-rute yang akan digunakan selama takbiran nanti diupayakan tidak melewati kampung masyarakat Hindu. Sehingga suara takbiran tidak mengganggu pelaksanaan ibadahnya.

“Mencermati kondisi itu kita sudah mengantisipasi. Dari teman-teman panitia sehingga parade tidak bersinggungan. Selain itu, malam takbiran sudah memetakan kondisi dengan detail,” katanya.

Load More