- Eskalasi militer Timur Tengah sejak Sabtu (28/2/2026) menyebabkan dampak signifikan pada penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
- Sebanyak delapan penerbangan dari Bali dibatalkan, menunda keberangkatan total 3.197 penumpang dalam waktu kurang dari 48 jam.
- Bandara berkoordinasi dengan maskapai dan AirNav, mengimbau penumpang terdampak agar terus menghubungi maskapai terkait pembaruan jadwal.
SuaraBali.id - Sejak eskalasi militer terjadi di kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026) lalu, sejumlah penerbangan dari dan menuju Timur Tengah di Bandara I Gusti Ngurah Rai terdampak.
Ada 15 penerbangan yang dibatalkan dalam rentang waktu kurang dari 48 jam.
Dari jumlah penerbangan yang terdampak, 8 di antaranya adalah penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Beberapa di antaranya merupakan penerbangan yang seharusnya dijadwalkan sudah terbang dua kali selama dua hari seperti penerbangan Etihad EY477 rute Denpasar menuju Abu Dhabi (AUH), Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB).
Selain itu, ada penerbangan Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) yang dibatalkan pada 28 Februari dan Qatar Airways QR961 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) yang dibatalkan pada 1 Maret.
Dari 8 penerbangan yang dibatalkan tersebut, total ada 3.197 penumpang yang terdampak akibatnya.
Para penumpang yang terdampak tersebut ditangani oleh masing-masing maskapai penerbangan.
“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang,” ujar Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Adi Asmadi dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026).
“Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai,” imbuh dia.
Baca Juga: Jeritan Pekerja Migran dari Tengah Perang Timur Tengah
Selain penerbangan tersebut, ada 7 penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dibatalkan. Mayoritas dari rute yang ddibatalkan adalah 4 ruter dari Dubai ke Denpasar.
Sementara, sisanya ada 2 rute dari Doha ke Denpasar dan 1 rute dari Abu Dhabi menuju Denpasar.
Eka menambahkan jika pihaknya tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak ternmasuk para maskapai untuk mendapatkan informasi terkait pembaruan jadwal penerbangan.
Koordinasi dengan AirNav juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai ruang udara yang terdampak.
Dia mengimbau agar penumpang maskapai yang terdampak agar tetap berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo