Muhammad Yunus
Senin, 02 Maret 2026 | 15:44 WIB
Ilustrasi penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali. [Ist]
Baca 10 detik
  • Eskalasi militer Timur Tengah sejak Sabtu (28/2/2026) menyebabkan dampak signifikan pada penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
  • Sebanyak delapan penerbangan dari Bali dibatalkan, menunda keberangkatan total 3.197 penumpang dalam waktu kurang dari 48 jam.
  • Bandara berkoordinasi dengan maskapai dan AirNav, mengimbau penumpang terdampak agar terus menghubungi maskapai terkait pembaruan jadwal.

SuaraBali.id - Sejak eskalasi militer terjadi di kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026) lalu, sejumlah penerbangan dari dan menuju Timur Tengah di Bandara I Gusti Ngurah Rai terdampak.

Ada 15 penerbangan yang dibatalkan dalam rentang waktu kurang dari 48 jam.

Dari jumlah penerbangan yang terdampak, 8 di antaranya adalah penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Beberapa di antaranya merupakan penerbangan yang seharusnya dijadwalkan sudah terbang dua kali selama dua hari seperti penerbangan Etihad EY477 rute Denpasar menuju Abu Dhabi (AUH), Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB).

Selain itu, ada penerbangan Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) yang dibatalkan pada 28 Februari dan Qatar Airways QR961 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) yang dibatalkan pada 1 Maret.

Dari 8 penerbangan yang dibatalkan tersebut, total ada 3.197 penumpang yang terdampak akibatnya.

Para penumpang yang terdampak tersebut ditangani oleh masing-masing maskapai penerbangan.

“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang,” ujar Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Adi Asmadi dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026).

“Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai,” imbuh dia.

Baca Juga: Jeritan Pekerja Migran dari Tengah Perang Timur Tengah

Selain penerbangan tersebut, ada 7 penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dibatalkan. Mayoritas dari rute yang ddibatalkan adalah 4 ruter dari Dubai ke Denpasar.

Sementara, sisanya ada 2 rute dari Doha ke Denpasar dan 1 rute dari Abu Dhabi menuju Denpasar.

Eka menambahkan jika pihaknya tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak ternmasuk para maskapai untuk mendapatkan informasi terkait pembaruan jadwal penerbangan.

Koordinasi dengan AirNav juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai ruang udara yang terdampak.

Dia mengimbau agar penumpang maskapai yang terdampak agar tetap berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.

“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” pungkasnya.

Load More