Muhammad Yunus
Senin, 23 Februari 2026 | 12:28 WIB
Tradisi berbuka puasa "Megibung" di Masjid Baitul Makmur, Denpasar, Minggu (22/2/2026) [SuaraBali.id/Putu Yonata Udawananda]
Baca 10 detik
  • Ratusan jemaah menghadiri tradisi makan bersama "Megibung" di Masjid Baitul Makmur Denpasar.
  • Tradisi makan bersama menu nasi kebuli ini merupakan bagian dari Festival Ramadan edisi ke-9 yang diadakan tiga kali selama Ramadan.
  • Kegiatan ini bertujuan membangun ukhuwah dan kebersamaan, serta membantu jemaah perantau menghemat pengeluaran berbuka puasa.

“Biasanya buka puasa pasti di masjid-masjid terdekat. Karena setiap sore masjid menyediakan takjil gratis dan makanan berbuka puasa. Karena sebagai perantau mengelola uang,” tutur Rizki.

Tradisi ini merupakan bagian dari Festival Ramadan yang diadakan di Masjid Baitul Makmur.

Kali ini menjadi edisi ke-9 tradisi ini diadakan setiap tahunnya. Tidak hanya sekali, Megibung dilakukan tiga kali selama Bulan Ramadan.

Ketua Festival Ramadan Masjid Baitul Makmur, Yus Subianto menjelaskan jika menu yang disiapkan bervariasi antara nasi kebuli sapi dan kambing guling.

Untuk minggu pertama, pihaknya menyiapkan 800 porsi nasi kebuli sapi. Jumlah tersebut bertambah hingga mencapai 1000-2000 porsi pada pekan berikutnya.

Karena menyediakan porsi dalam jumlah besar, pihaknya memilih untuk memesan nasi kebuli agar tidak keliru soal rasa.

Anggaran untuk Megibung ini juga diperoleh dari infaq atau sedekah umat.

Yus menjelaskan jika kebersamaan memang menjadi tujuan utama dari dilaksanakannya kegiatan ini.

Termasuk juga untuk merangkul keluarga besar Muslim dari luar daerah Denpasar.

Baca Juga: Stop Lakukan Ini Saat Sahur! 4 Menu Penyebab Kamu Cepat Haus Saat Puasa

“Salah satu tujuannya adalah membangun ukhuwah, persaudaraan sesama Muslim, sesama manusia, dalam duduk bersama dan kebersamaan,” kata Yus.

Dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Megibung pada minggu ketiga menjadi yang paling besar karena menghadirkan Umat Muslim dari berbagai kabupaten di Bali seperti Jembrana hingga Karangasem.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Load More