- Pasar Ramadan Kampung Wanasari di Denpasar diserbu pemburu takjil pada Kamis, 19 Februari 2026, hari pertama puasa.
- Tahun ini, terdapat 79 UMKM yang berpartisipasi menjual aneka kudapan dan makanan berat untuk berbuka puasa.
- BBPOM Denpasar menguji 27 sampel takjil dan hasilnya semua makanan serta minuman tersebut dinyatakan aman dikonsumsi.
SuaraBali.id - Kepadatan tak biasa terjadi di sekitar Masjid Baiturrahmah, Denpasar, Kamis (19/2/2026) sore.
Pada hari pertama bulan puasa bagi Umat Muslim ini, Pasar Ramadan Kampung Wanasari atau Kampung Jawa Denpasar langsung diserbu pemburu takjil.
Banyaknya tenda dan penjual beraneka ragam makanan di Jalan Ahmad Yani itu menjadi penanda dibukanya pasar yang selalu dibuka setiap Bulan Ramadan itu.
Semua kalangan tua dan muda rela berdesakan untuk masuk ke area pedagang yang berada di dalam gang itu.
Sesuai namanya, pasar tersebut menjual beragam kudapan hingga makanan berat untuk berbuka puasanya.
Ragam makanan gorengan, minuman dingin seperti es buah, hingga kuliner khas di Kampung Wanasari yakni sate susu dipamerkan di depan para pembeli.
Rahma (32) merupakan langganan pasar Ramadan ini setiap tahunnya. Setiap bulan puasa, dia mengaku kerap membeli makanan di sini. Selain karena memiliki banyak pilihan, harganya juga menurutnya masih ramah di kantong.
Dia bahkan mengunjungi pasar tersebut sekitar pukul 16.00 WITA sebelum pilihan makanan semakin berkurang menjelang waktu berbuka puasa.
“Karena saya sudah sering ke pasar Ramadan yang ada di Kampung Jawa ini, ya tahunya dia kalau misalnya jam segini itu makanannya masih lengkap,” ujar Rahma saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Ganjaran Fantastis Puasa Ramadan Hari ke-3 Hingga ke-10, Ada Istana dan Bidadari
Pihak pengelola pasar mencatat ada 79 UMKM yang terlibat di pasar Ramadan tahun ini.
Antusiasme UMKM yang berminat untuk berdagang sejatinya meningkat setiap tahunnya. Namun, keterbatasan tempat menjadikan kuota yang diberikan bagi UMKM dibatasi.
Pengelola pasar Ramadan Kampung Wanasari, Marzuki Fathan menjelaskan UMKM yang terlibat mayoritas berasal dari Kampung Wanasari. Sisanya berasal dari banyak daerah hingga Kabupaten Gianyar dan Tabanan.
“Para pedagang ini mayoritas, mayoritas di sekitaran Wanasari atau Kampung Jawa. Tapi ada juga yang di luar Wanasari,” ungkap Marzuki.
Seperti gelaran sebelum-sebelumnya, pengunjung pasar ini tidak hanya dibatasi bagi umat muslim saja.
Seluruh umat hingga wisatawan pun diakuinya pernah berbelanja di pasar yang akan dibuka selama sebulan penuh ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
BRI, PNM, dan PT Pegadaian Dorong UMKM Perempuan Lebih Produktif
-
BRI Peduli Salurkan 10.050 Paket Sembako Sambut Paskah 2026
-
Antrean Kendaraan Menuju Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terurai
-
Heboh Iklan 'Jangan Angkat Telepon Zakat', Ini Klarifikasi Resmi Indosat IM3
-
Desa Sausu Tambu Tembus Prestasi Nasional, Ekonomi Pesisir Tumbuh Lewat Program Desa BRILiaN