-
Optimisme Pertumbuhan Pasar EV VinFast memprediksi pangsa pasar mobil listrik di Indonesia melonjak pesat pada 2026, mencapai kontribusi nasional sebesar 20 persen seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
-
Fokus Pembangunan Ekosistem Terintegrasi Selain penjualan, VinFast berkomitmen memperkuat ekosistem melalui pembangunan pabrik di Subang serta perluasan jaringan pengisian daya V-Green dan layanan purna jual di berbagai wilayah Indonesia.
-
Peningkatan Penjualan dan Infrastruktur Kenaikan total penjualan mobil nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 820 ribu unit, mendorong VinFast untuk terus memperluas jaringan showroom dan bengkel mitra di 19 kota besar.
SuaraBali.id - Gelombang elektrifikasi kendaraan di Indonesia tampaknya tidak akan surut, justru diprediksi akan semakin tinggi di tahun mendatang (2026).
Kabar optimis ini datang dari salah satu pemain kunci di industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) asal Vietnam, VinFast.
Produsen yang dikenal dengan desain futuristik dan harga kompetitif ini meyakini bahwa pasar mobil listrik di Tanah Air akan mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2026.
CEO VinFast, Kariyanto Hardjosoemarto memproyeksikan kontribusi nasional mobil listrik pada tahun depan mencapai 20 persen. Jumlah tersebut meningkat dari angka 12-13 persen yang dicapai selama tahun 2025 ini.
“Tahun ini kontribusi mobil listrik 12-13 persen. Kami yakin tahun depan bisa melalpaui 20 persen kontribusi industri volume,” ungkap Kariyanto saat ditemui dalam kegiatan V-Creator Summit 2025 di Bali, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya kenaikan tersebut juga berkaca dari peningkatan serupa yang terjadi pada tahun 2025 ini dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024 lalu, kontribusi kendaraan listrik nasional berada pada kisaran 4,9 persen. Jumlah tersebut kemudian naik hingga 12-13 persen menjelang penutupan tahun.
Prediksi itu juga didukung dengan prediksi peningkatan penjualan mobil tahun 2026. Pada tahun ini, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyebut penjualan mobil di Indonesia sebanyak 780 ribu unit. Angka itu diprediksi meningkat oleh VinFast mencapai kisaran 800-820 ribu unit pada tahun 2026.
Namun, Kariyanto enggan menjelaskan target penjualan VinFast pada tahun 2026 mendatang.
“Target angka tidak kami disclose. Tapi yang pasti kita ingin mengoptimalkan semua potensi market yang ada,” imbuhnya.
Baca Juga: Bosan ke Kuta? Ini 4 Destinasi 'Tersembunyi' di Nusa Ceningan yang Wajib Dikunjungi
Dia mengungkap jika VinFast masih akan berfokus untuk mengembangkan ekosistem mobil listrik di Indonesia. Upaya itu digerakkan dengan pembangunan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat.
Ekosistem itu juga didukung dengan infrastruktur kendaraan listrik yang semakin didorong oleh pemerintah. Dia juga hendak mengembangkan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di beberapa wilayah termasuk Bali.
“Memang strategi Vinfast tahun depan masih tetap berfokus pada ekosistem. Jadi kita tidak hanya fokus pada product and pricing, tapi juga pada penciptaan ekosistem. Charging infrastructure melalui sister company kami yaitu V-Green akan kterus kami perluas ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Bali,” tuturnya.
Selain itu, VinFast juga berupaya mengembangkan penyebarannya di Indonesia dengan menambah jumlah showroom dan bengkel mitra. Saat ini, VinFast sudah berkembang di 19 kota besar di Indonesia.
“Memang strategi Vinfast tahun depan masih tetap berfokus pada ekosistem. Jadi kita tidak hanya fokus pada product and pricing, tapi juga pada penciptaan ekosistem. Charging infrastructure melalui sister company kami yaitu V-Green akan kterus kami perluas ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Bali,” pungkasnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Bosan ke Kuta? Ini 4 Destinasi 'Tersembunyi' di Nusa Ceningan yang Wajib Dikunjungi
-
5 Hotel Pilihan Dekat Pantai Terindah di Bali, Bangun Tidur Langsung Lihat Ombak
-
4 Tempat Rental Motor NMax Murah dan Terpercaya di Bali, Harga Mulai Rp80 Ribuan
-
Dilarang! Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Pantai Kuta, Ini Alasan Bendesa Adat
-
Cuma Modal Rp100 Ribuan Keliling Bali Pakai Vespa Keren! Begini Caranya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna Catat Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa
-
Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi