- Gubernur Bali membantah isu pariwisata lesu jelang Nataru berdasarkan data kunjungan harian yang meningkat.
- Total kunjungan wisman 2025 telah melampaui 2024, dengan target akhir tahun mencapai 7 juta orang.
- Penurunan aktivitas wisata disebabkan wisatawan memilih istirahat karena musim hujan dan periode low season alami.
Ia menyebut puncak kunjungan wisatawan di Bali biasanya terjadi pada Juni hingga September.
“Ritme pariwisata Bali memang ada high season dan low season. High season itu Juni sampai September. Setelah itu secara alami memang ada penurunan,” katanya.
Meski demikian, penurunan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak terjadi secara drastis.
Jumlah wisatawan diprediksi kembali meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
“Nanti mendekati Nataru akan naik lagi. Ini pola yang biasa terjadi setiap tahun,” pungkasnya.
Sebelumnya, isu melemahnya pariwisata Bali mencuat seiring kondisi lalu lintas yang relatif lengang di kawasan wisata Bali Selatan seperti Kuta, Legian, dan Seminyak, meski sudah memasuki masa libur akhir tahun.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!