- Bali United telah mempelajari gaya bermain Borneo FC Samarinda melalui video sebelum laga pekan ke-14 Super League.
- Pertandingan Bali United melawan Borneo FC dijadwalkan di Stadion Segiri pada Minggu, 30 November mendatang.
- Bali United menghadapi Borneo FC tanpa tiga pemain muda karena pemanggilan Timnas SEA Games 2025.
SuaraBali.id - Bali United sudah mengantongi gaya bermain tim tuan rumah Borneo FC Samarinda untuk merebut poin penuh pada laga pekan ke-14 Super League 2025/2026.
"Kami sudah melihat video mereka. Jadi kami tahu lebih banyak pemain lawan dan kami tahu cara mereka main," kata Pemain Bali United Tim Receveur melalui layanan virtual Bali United di Denpasar, Bali, Sabtu (29/11).
Gelandang klub dengan julukan Serdadu Tridatu itu mengaku mempelajari dari tayangan video permainan tim lawan.
Bersama tim pelatih, imbuh dia, skuad Bali melakukan evaluasi setiap minggu sehingga mereka sudah siap menghadapi Borneo FC dan mengakui punya kesempatan besar memetik poin.
Senada dengan Tim, Pelatih Kepala Bali United Johnny Jansen juga tak ciut menghadapi tim tuan rumah dengan julukan Pesut Etam itu.
Pelatih asal Belanda itu juga mengaku tidak mempersiapkan persiapan khusus untuk bertandang di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Meski begitu, ia mengakui Borneo memiliki tim dan permainan yang bagus di lapangan, namun ia siap mencuri tiga poin dari tuan rumah.
"Kualitas Borneo bagus, mereka dinamis di lapangan dan mereka memenangkan semua pertandingan tapi kami berharap bisa mengalahkan mereka," ucapnya.
Tim Bali memboyong 21 orang pemain terbaiknya untuk menantang tim kuat Borneo FC yang dijadwalkan pada Minggu (30/11) pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA di Stadion Segiri, Samarinda.
Baca Juga: 7 Destinasi Bali Akan Membawamu ke Era Kerajaan Hindu, Turis Wajib Kunjungi
Namun, ada tiga pemain muda mereka untuk sementara absen membela tim Bali United karena menjadi bagian Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk berlaga di SEA Games 2025, Thailand.
Tiga pemain muda itu yakni Kadek Arel, Rahmat Arjuna dan Jens Raven.
Merespons hal tersebut, eks pelatih PEC Zwolle di kompetisi kasta teratas Belanda, Eredivisie itu memberi sinyal yang berat karena saat ini sedang dalam kompetisi Super League.
Meski begitu, ia mengaku menerima kondisi yang tak mudah tersebut.
"Tapi ini adalah tujuan untuk Indonesia, kami harus terima itu. Tentunya kualitas (tim) kami menjadi sedikit menurun," imbuhnya.
Sementara itu, hingga pekan ke-14 kompetisi kasta teratas sepak bola tanah air, Borneo FC menjadi tim yang belum pernah terkalahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?