- BBMKG Denpasar mencatat 62 gempa tektonik dangkal di Selat Lombok pada 5-7 Januari 2026 berkekuatan 1,4 hingga 2,8 skala Magnitudo.
- Aktivitas gempa dangkal tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif di dasar laut Selat Lombok.
- BMKG menekankan pentingnya mitigasi mandiri dan sosialisasi untuk mengurangi potensi kerugian dan korban jiwa.
SuaraBali.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Bali, mendeteksi 62 gempa bumi tektonik pada 5-7 Januari 2026 dengan rentang magnitudo 1,4 hingga 2,8.
“Wilayah Selat Lombok mengalami peningkatan aktivitas gempa bumi tektonik,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Rabu (7/1).
Pihaknya mengungkapkan rangkaian gempa bumi itu yang terakhir tercatat terjadi hingga pukul 12.30 WITA tergolong gempa bumi dangkal dengan kedalaman mulai 10 kilometer hingga 47 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata dia, rangkaian gempa bumi itu dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
“Mengingat dinamika bumi yang kompleks, gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara pasti,” ucapnya.
Oleh karena itu peningkatan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi dan simulasi kebencanaan, menurut dia, penting untuk dilakukan guna mengurangi risiko kerugian dan korban jiwa.
Untuk mewujudkan program nol korban jiwa dalam peristiwa gempa bumi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah mitigasi mandiri saat merasakan gempa bumi kuat dan berdurasi lama.
Mitigasi mandiri itu antara lain melindungi kepala, menjauhi kaca, dan bangunan rapuh, menjauhi wilayah pantai, serta menuju area terbuka untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.
BMKG mencatat di Bali terdapat 26 sesar potensial dan sesar aktif yakni Jimbaran, Pantai Timur Bali, Klungkung, Seraya Selatan, Tampaksiring, Barat Laut Gunung Agung, Plaga, Blantih, Klandis, Jagarasa, Banyuatis, Batukau, Pajahan, dan Denpasar.
Baca Juga: BMKG: 547 Gempa Bumi Terjadi di Bali Selama Tahun 2025
Kemudian Negara Timur, Negara Barat, Gilimanuk, Seririt, Gunung Renon, Pupuan, Culik Abang, Mambal, Munduk Rajasa, Anakah, Pancoran dan Tejakula.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk membarui informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yaitu media sosial @infoBMKG, laman resmi bmkg.go.id, dan laman terkait peringatan dini (inatews) pada inatews.bmkg.go.id serta aplikasi infoBMKG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
BRI Konsisten Dorong Ekonomi Kerakyatan, Hery Gunardi Raih Bakti Koperasi
-
Dentuman Keras Iringi Erupsi Lewotobi Laki-laki, Radius 5 Kilometer Disterilkan!
-
Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Bule Mesum di Halaman Rumah Warga Bali Ditangkap, Hendak Kabur ke Australia