- Perilaku wisatawan Tiongkok berubah dari grup besar menjadi solo atau berdua karena kemajuan teknologi penerjemah.
- Destinasi favorit mereka di Indonesia meliputi alam laut Manado dan pegunungan Bromo, Semeru, serta kuliner laut.
- Kunjungan wisatawan Tiongkok signifikan, mencapai hampir 1,2 juta hingga September 2025, berpotensi meningkat karena isu keamanan regional.
Made menambahkan bahwa Tiongkok merupakan pasar yang berpotensi untuk digarap. Jumlah kunjungannya pada periode Januari sampai September 2025 telah mencapai hampir 1,2 juta kunjungan.
Tiongkok juga menjadi satu dari 15 negara yang paling sering berkunjung ke Indonesia.
Adanya konflik di antara Jepang dan Tiongkok saat ini dinilainya membuka peluang bagi wisatawan mancanegara untuk memilih Indonesia sebagai alternatif destinasi wisata yang dapat dipastikan lebih aman untuk dikunjungi.
"Kami berharap akan mendapatkan windfall-nya ya, jadi positif untuk kita dan mereka (wisatawan mancanegara) bisa ke Indonesia," ujarnya.
Kementerian Pariwisata dalam hal ini akan terus menggencarkan promosi untuk menarik minat wisatawan berkunjung melalui berbagai paket wisata untuk ditawarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026