- Konsumsi real food yang minim olahan seperti direbus atau dikukus kini diminati karena tren gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.
- Fenomena ini membuka peluang bisnis menjanjikan bagi pelaku usaha karena bahan mudah didapat serta proses memasak yang sangat praktis dan sederhana.
- Usaha makanan sehat sederhana ini umumnya membutuhkan modal relatif kecil, bisa dipasarkan daring, dan menawarkan keuntungan finansial bagi pemiliknya.
“Modalnya sekitar Rp200 ribu per hari. Tergantung orderan. Kalau online lebih aman karena tidak banyak barang terbuang,” tuturnya.
Harga menunya pun terjangkau—mulai dari Rp10 ribu per kemasan. Selain kukusan, ia juga menyediakan salad hingga cold pressed juice untuk melengkapi pilihan sehat bagi pelanggan.
Namun belakangan ini, ia mengaku menghadapi sedikit tantangan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat harga sayuran naik cukup signifikan.
“Tricky juga ya. Terutama buat salad dan cold pressed juice. Sayuran lagi naik banget. Kata orang pasar, gara-gara MBG permintaan meningkat,” keluhnya.
Dari TikTok ke Lapak Sederhana: Cerita Annisa Meniti Usaha
Tidak hanya Nira, tren ini juga menginspirasi Annisa, pedagang kukusan lain di Kota Mataram. Ia mengakui bahwa ide berjualan datang dari media sosial TikTok.
“Lihat di TikTok banyak yang jual real food, terus kepikiran buka di Majapahit karena di sini belum ada. Sudah hampir delapan bulan kami jalan,” katanya.
Namun langkah awalnya tidak mudah. Di hari pertama, jualannya tidak banyak laku karena masyarakat belum familiar dengan menu tersebut.
“Awalnya tulis di spanduk ‘polo pendem’, tapi banyak yang nggak ngerti. Akhirnya kami ganti jadi ‘kukusan’. Nah, setelah itu baru banyak yang datang,” tutur Annisa sambil tersenyum.
Baca Juga: UMKM Jahit Rumahan Sukses Hasilkan Omzet Miliaran Rupiah hingga Jangkau Pasar Eropa
Seiring meningkatnya pembeli, ia menambah variasi menu dan menambah tungku dari satu menjadi dua. Meski sederhana, usaha ini tetap memiliki risiko.
“Kami pernah rugi juga. Soalnya barang harus baru tiap hari. Kalau nggak laku hari ini, besok tetap harus siapkan yang baru,” ujarnya.
Peluang Masih Terbuka Lebar
Meski bisnis ini terlihat sederhana, permintaan terhadap makanan sehat diperkirakan akan terus tumbuh. Pola makan masyarakat mulai berubah, dan banyak yang mencari pilihan sehat yang praktis serta terjangkau.
Selain itu, usaha ini fleksibel—bisa dijalankan dari rumah, bermodal kecil, dan mudah dipasarkan melalui media sosial. Cocok bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis tanpa risiko besar.
Tren real food mungkin berawal dari gaya hidup, tetapi kini berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri