- Konsumsi real food yang minim olahan seperti direbus atau dikukus kini diminati karena tren gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.
- Fenomena ini membuka peluang bisnis menjanjikan bagi pelaku usaha karena bahan mudah didapat serta proses memasak yang sangat praktis dan sederhana.
- Usaha makanan sehat sederhana ini umumnya membutuhkan modal relatif kecil, bisa dipasarkan daring, dan menawarkan keuntungan finansial bagi pemiliknya.
SuaraBali.id - Belakangan ini, gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian banyak orang.
Salah satu tren yang paling mencuri perhatian adalah konsumsi real food—makanan tanpa banyak proses olahan, hanya direbus atau dikukus.
Menu sederhana ini justru menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin mengurangi makanan siap saji dan kembali ke pola makan alami.
Fenomena ini membuka peluang besar bagi para pelaku usaha. Baik pemain lama maupun pendatang baru, banyak yang melihat potensi keuntungan dari jualan makanan rebusan.
Selain bahan bakunya mudah didapat dan relatif murah, proses memasaknya pun praktis.
Mulai dari edamame, jagung, ubi, kacang tanah, labu kuning, hingga pisang kukus, semuanya disajikan hangat tanpa tambahan bumbu yang rumit. Justru kesederhanaannya inilah yang menarik banyak pembeli.
Dari Kebiasaan Sarapan Sehat, Jadi Usaha Menguntungkan
Salah satu pelaku usaha real food, Nira Aulia Zahara, memulai bisnisnya dari kebiasaan sederhana: menu sarapan di rumah.
“Ibu saya setiap pagi selalu siapin rebus-rebusan. Dari kecil memang sudah terbiasa sarapan sehat. Terus suami saya punya ide, kenapa kita nggak jualan sekalian?” cerita Nira, ditemui pada Selasa (17/11) pagi sambil menunggu pembeli.
Baca Juga: UMKM Jahit Rumahan Sukses Hasilkan Omzet Miliaran Rupiah hingga Jangkau Pasar Eropa
Tak disangka, kebiasaan sehat itu justru membuka pintu rezeki baru. Banyak orang yang mulai beralih ke makanan kukusan, sehingga jualan Nira cepat mendapatkan tempat di hati konsumen.
“Awalnya cuma kukusan aja. Eh, ternyata banyak peminatnya. Dari situ kami tambah menu sedikit demi sedikit,” ujarnya.
Menurut Nira, menjamurnya pedagang real food bukan tanpa alasan. Banyak masyarakat kini mulai sadar untuk memperbaiki pola makan dan memilih menu yang lebih bersih serta minim proses.
“Sekarang banyak banget yang jualan real food. Ada yang ikut tren dari media sosial, ada juga yang memang sudah dari dulu. Yang jelas sangat membantu orang-orang yang mau hidup sehat tanpa ribet masak sendiri,” tambahnya.
Modal Kecil, Peluang Besar
Menariknya, usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Karena memanfaatkan sistem order online, Nira hanya menyiapkan bahan sesuai pesanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Masih Suka Bakar Sampah? Bahaya Kanker Mengintai di Balik Asapnya
-
Lagi Asyik Olahraga, Pria di Denpasar Dianiaya Bule Prancis Hingga Berdarah
-
Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Cair untuk Pemegang Saham, Ini Tanggal Pentingnya
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Warga Rasakan Getaran, Simak Analisis BMKG Soal Gempa 'Deep Focus' yang Guncang NTB