- Penulis Hamid Basyaib menyoroti popularitas cepat Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di kalangan Gen Z karena gaya bicaranya yang lugas dan apa adanya.
- Purbaya dianggap populer karena tidak terlihat memiliki beban masa lalu dan berbeda dari politisi partai, meski posisinya sangat sensitif.
- Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf, menyebut Purbaya dapat menjadi contoh pejabat lain untuk sering berkomunikasi laporan secara partisipatif kepada publik.
“Karena seorang Menteri Keuangan itu batuk sedikit saja, saham – saham bisa demam, naik turun dengan cepat, nah tapi Menteri Purbaya sepertinya tidak pusing juga soal itu,” tambahnya.
Hamid mengungkapkan bahwa Purbaya bukan hanya lugas secara umum saja, melainkan juga lugas dalam menuding Perusahaan – Perusahaan negara.
Hamid berharap jika dengan bergabungnya Purbaya di kabinet Merah Putih nantinya akan membawa banyak perubahan yang positif.
“Kelugasannya bukan hanya lugas secara umum saja, tetapi lugas juga dalam soal menuding – nuding Perusahaan – Perusahaan negara, menggebrak juga dengan menggelontorkan Rp 200 Triliun,” ungkap Hamid.
“Ada tokoh baru ini, kita sambut, berharap dia bukan hanya sekedar jadi balon ya, yang menggelembung sebentar lalu pecah,” imbuhnya.
Gede Siriana sebut Purbaya bisa jadi contoh pejabat lain
Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf mengakui bahwa sosok Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa adalah sosok yang bisa menjadi contoh.
Yusuf bahkan menyebut bahwa Purbaya dapat menjadi contoh Menteri – Menteri hingga pejabat lainnya dalam hal berkomunikasi dengan rakyat.
Yusuf menilai bahwa selama ini Purbaya sering melakukan jumpa pers yang secara tidak langsung menurutnya memberikan laporan kepada rakyat terhadap sesuatu yang telah dilakukannya.
Baca Juga: 'Mingkem' Kata Purbaya untuk Pers! Jurnalis Balik Sindir: Siapkah Prabowo Terima Kritik Tajam?
“Seharusnya ini menjadi contoh bagi pejabat atau menteri – menteri lain untuk sering – sering ‘laporan’ sama rakyat,” ujar Yusuf, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Senin (17/11/25).
“Tapi yang diomongin bukan sesuatu yang ilusi lagi atau sesuatu yang manipulative, tetapi partisipatif yang berkeadilan sosial, misalnya MBG,” tambahnya.
Menurut Yusuf, dengan ‘lapor’ kepada rakyat, maka rakyat menjadi semakin terbuka dan mengetahui bahwa negara Indonesia benar – benar ditangani orang – orang yang bertanggung jawab.
“Rakyat jadi tahu bahwa kali ini negara benar – benar diurus, jadi rezim ini benar – benar mau mengurus negara mau ngurusin rakyat secara sungguh – sungguh, yang selama ini hanya retorika saja,” urai Yusuf.
“Kalaupun di era Jokowi ada press conference (Lapor ke rakyat) itu semuanya kan manipulative bisa dibilang. Bikin program ini, bikin program itu, tapi apa manfaatnya terhadap rakyat? Tidak ada dampaknya terhadap kemakmuran rakyat, tidak mengurangi kesenjangan, tidak mengurangi kemiskinan, tidak mengurangi Tingkat korupsi,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Terkuak! Saksi Kunci Pembunuhan Brigadir Nurhadi Terima Rp35 Juta dari Kompol Yogi
-
Kepala Kanwil BPN Bali Resmi Jadi Tersangka, Ini Kasusnya!
-
Rahasia Gaya Gen Z 2026: 4 OOTD Viral Bikin Langsung Terlihat Stylish & Elegan
-
5 Alasan iPhone 17 Pro Max Masih Diburu di Awal 2026
-
7 Camilan Sehat Ini Bikin Kenyang Tanpa Takut Gemuk