- Direktur Indonesia Future Studies memuji Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai contoh komunikasi dan pelaporan langsung kepada rakyat melalui jumpa pers.
- Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, Purbaya Sadewa meraih kepuasan 84,1% dari responden meskipun popularitasnya baru 42,1% diketahui publik.
- Ekonom John Rachmat menilai gebrakan Purbaya positif jangka pendek untuk investasi, namun khawatir ia tidak bertahan lama karena menciptakan banyak oposisi internal.
Menurutnya, kebijakan – kebijakan yang dilakukan oleh Purbaya salah satunya dapat menarik Kembali para investor untuk investasi ke Indonesia.
“Jangka pendek untuk saya (Purbaya) ini sangat positif sih,” aku John, dikutip dari youtube Dokter Tony, Kamis (6/11/25).
“Karena kalau seandainya benar ini, cara kerja Ditjen Pajak terus Bea Cukai semua dirombak itu akan menyingkirkan salah satu rintangan untuk investasi ke Indonesia,” tambahnya.
Menurut penjelasan John, selama ini para investor baik dalam negeri maupun luar negeri selalu mengeluhkan soal birokrasi hingga perpajakan di Indonesia yang berbelit – belit.
“Banyak sekali investor dalam negeri maupun investor luar negeri, itu keluhannya adalah birokrasi dan perpajakan yang terlalu berbelit – belit sekali di Indonesia,” urai John.
“Selama ini kan selalu ditutup – tutupi penyelesaiannya itu kalau saya bilang sekedar tambal sulam saja. Ini kemungkinan ada gebrakan besar, dalam arti menterinya tidak terima dengan Solusi – Solusi yang tambal sulam. Jadi kalau seandainya ini dilanjutkan, dalam pendapat saya itu nanti akan terjadi peningkatan investasi yang sangat kuat untuk Indonesia,” sambungnya.
Meskipun menganggap semua kebijakan Purbaya baru – baru ini baik dan positif, rupanya John tetap menyimpan rasa kekhawatiran tersendiri untuk seorang Purbaya.
Pihaknya justru khawatir Purbaya tidak akan lama menjabat menjadi Menteri Keuangan, karena terlalu banyaknya musuh.
“Untuk Jangka Panjang muncul kekhawatiran saya yaitu dia (Purbaya) akan tahan berapa lama sebagai Menteri Keuangan?,” kata John.
Baca Juga: Jawaban Mengejutkan Ekonom Soal Redenominasi Rp1.000 Jadi Rp1
“Karena saat ini dia sudah membuat musuh kiri kanan nih, udah bertubi – tubi. Ketua Komisi XI DPR menyampaikan jangan ngurusin Kementerian lain, Pak Hasan Nasbi yang dulunya mantan kepala Informasi Kepresidenan menyatakan jangan mengkritik Menteri lain depan umum, jadi tidak kurang – kurangnya pejabat lain Pak Luhut dan lainnya mengkritik dia (Purbaya),” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
Terkini
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Wali Kota Mataram Tidak Mau Memberi Ruang Kelompok LGBT
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN
-
BRI Perluas Layanan Digital Global, Registrasi BRImo Kini Tersedia di 15 Negara
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan