- Mahfud MD menilai Presiden Jokowi di awal pemerintahannya adalah sosok yang lugu, polos, dan tidak punya atensi terhadap korupsi.
- Terkait dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh, Mahfud menduga Jokowi kemungkinan besar tidak terlibat langsung.
- Mahfud menegaskan bahwa penyelidikan yang benar akan mengungkap semua pihak "nakal" yang terlibat dalam suatu kasus korupsi.
SuaraBali.id - Mahfud MD mengungkapkan bahwa sosok Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi) adalah orang yang lugu dan polos.
Mahfud menyebut Jokowi di awal pemerintahannya terlihat seperti orang yang sangat polos, sehingga menurutnya tidak memiliki atensi terhadap korupsi.
“Dulu presiden Jokowi itu dulunya kan lugu sekali ya. Polos kan, tidak punya atensi lah terhadap korupsi atau apa – apa,” ujar Mahfud, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Jumat (31/10/25).
“Di awal – awal itu kan begitu,” tambahnya.
Sementara itu soal isu dugaan mark up terhadap proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung (Whoosh), Mahfud menilai bahwa Jokowi masih ada kemungkinan tidak terlibat.
“Sehingga saya menduga, pemainnya kalau memang ada korupsi (Proyek Whoosh) di level berikutnya,” sebut Mahfud.
“Tidak di tingkat Presiden, karena ini yang lobi, ini yang mengusulkan, dan sebagainya,” tambahnya.
Mahfud menilai bahwa dugaan adanya korupsi bisa saja terjadi di level selain ‘presiden’.
Pihaknya menegaskan bahwa semua yang bertindak ‘nakal’ akan tertangkap apabila proses penyelidikannya benar.
Baca Juga: WHOOSH Jadi Kebanggaan China, Bukan Indonesia? Sosiolog Bongkar Pesta Meriah di Beijing
“Yang harus diselidiki tertuju kesitu, tinggal nanti apakah ada kaitannya dengan atas, samping dan sebagainya pasti ketemu sendiri, kalau penyelidikannya benar,” tegas Mahfud.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar