- Tradisi Bukakak di Desa Sudaji, Buleleng adalah ritual adat tahunan yang digelar saat Purnama Kasa.
- Ciri khasnya adalah persembahan babi guling setengah matang berbulu hitam legam dan kondisi sempurna.
- Usai diarak, babi diolah jadi lawar dan masakan khas Bali untuk dibagikan merata kepada warga desa.
SuaraBali.id - Ketika cahaya bulan purnama menaungi Desa Sudaji di Buleleng, Bali sebuah ritual kuno kembali dihidupkan.
Udara dipenuhi aroma dupa yang menyatu dengan bau asap dari daun kelapa kering yang terbakar.
Ini bukan sekadar upacara biasa; ini adalah Tradisi Ngusaba Bukakak, sebuah persembahan agung yang mengikat seluruh desa dalam satu detak jantung spiritual.
Di pusat ritual ini ada seekor babi, namun bukan sembarang babi namun persembahan pilihan, berbulu hitam legam tanpa cacat sedikit pun, simbol kesempurnaan.
Diguling setengah matang, tubuhnya diikat erat pada bilah-bilah bambu, siap untuk diarak dalam sebuah prosesi yang sakral dan penuh semangat.
Ada dua yang disiapkan: bukakak alit (kecil) dan bukakak ageng (besar), masing-masing mewakili elemen berbeda dari desa.
Puncak prosesi terjadi di perempatan jalan, titik pertemuan energi kosmik.
Di sinilah kedua bukakak itu "diadu", diarak dengan kecepatan tinggi oleh para pemuda desa.
Suasana menjadi magis ketika seorang warga membakar danyuh, menciptakan percikan api yang menari-nari di kegelapan, seolah memberkati arak-arakan dengan cahaya ilahi.
Baca Juga: Rahasia Makan di Jimbaran Murah : 3 Warung Ikan Bakar Dan Trik Beli Langsung di Pasar
Namun, Tradisi Bukakak tidak berakhir dalam api dan kecepatan.
Setelah prosesi usai, persembahan suci itu dibawa ke Pura Bedugul Maspahit.
Di sana, daging babi guling dibongkar, diolah dengan saksama oleh tangan-tangan terampil menjadi lawar dan hidangan khas Bali lainnya.
Inilah esensi sejati dari Bukakak: sebuah persembahan kepada para dewa yang kemudian kembali kepada masyarakat, dibagikan secara merata sebagai berkat komunal yang mempererat ikatan seluruh warga. Dari yang sakral, menjadi santapan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Kebakaran Bedeng di Denpasar Sulit Padam, Damkar Terpaksa Datangkan 3 Ekskavator
-
Dua Kali Sebulan Terbakar! 2 Hektare Hutan Gunung Batur Kintamani Ludes
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp31,2 Triliun di T2 2026
-
Karhutla Meluas di Bali, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang
-
Bait Manis Kerajaan Oleh-Oleh Bali: Menjelajah Perjalanan Pie Susu Sissy Taklukan Pasar Nusantara