- Wartelsuspas bertransformasi menjadi sarana komunikasi digital video call yang menjembatani WBP dengan keluarga mereka, terutama saat Ramadan.
- Fasilitas video call ini merupakan hak komunikasi warga binaan yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
- Layanan ini bertujuan menjaga aspek psikologis dan motivasi WBP melalui koneksi visual dengan keluarga selama menjalani pembinaan.
SuaraBali.id - Bulan Ramadan selalu identik dengan momen hangat bareng keluarga, mulai dari sahur hingga buka puasa bersama.
Namun, suasana berbeda dirasakan oleh warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di Lapas dan Rutan.
Meski raga terpisah tembok tinggi, teknologi bernama Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) hadir sebagai jembatan pelepas rindu yang sangat emosional melalui fitur video call.
Fasilitas ini bukan sekadar deretan telepon kabel biasa yang jadul.
Mengikuti perkembangan zaman, Wartelsuspas di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bertransformasi menjadi sarana komunikasi digital yang memungkinkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bertatap muka lewat layar.
Di momen Ramadan, antrean di bilik video call biasanya makin panjang. Raut wajah para penghuni yang tadinya tegang, seketika berubah teduh saat melihat senyum ibu, istri, atau anak mereka di layar monitor.
Akses ini menjadi hak komunikasi dan dijamin dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Dalam aturan tersebut, ditegaskan bahwa setiap warga binaan berhak mendapatkan sarana komunikasi untuk terhubung dengan keluarga maupun penasihat hukumnya.
Jadi, ini bukan sekadar "bonus", tapi memang hak dasar yang dilindungi negara.
Baca Juga: 6 Ide Kegiatan Ngabuburit Seru Selama Bulan Ramadan
Ketentuan teknis mengenai layanan ini pun telah diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-06.OT.02.02 Tahun 2025.
Aturan terbaru ini memastikan bahwa standarisasi layanan komunikasi, termasuk penggunaan video call, dilakukan secara profesional untuk mencegah penggunaan handphone ilegal di dalam sel.
Wartelsuspas hadir sebagai solusi jalan tengah: warga binaan tetap bisa "hadir" secara virtual di rumah, tapi jalurnya resmi, terpantau, dan aman dari penyalahgunaan.
Dari sisi kemanusiaan, menjaga kewarasan mental warga binaan itu krusial banget, karena berpuasa jauh dari rumah itu berat.
Dengan melihat langsung kondisi keluarga melalui layar, motivasi mereka untuk memperbaiki diri dan cepat pulang jadi makin tinggi.
Layanan ini menjadi "suplemen" mental agar mereka tidak merasa dibuang oleh masyarakat atau dilupakan oleh keluarga sendiri selama menjalani masa pidana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida