- Polda Bali amankan WNA Belanda (NR) tanam ganja hidroponik di rumah Denpasar.
- Ditemukan banyak pot ganja berbagai ukuran, bibit, dan alat budidaya.
- NR terancam hukuman berat, bibit dari 'C', istri masih diselidiki perannya.
SuaraBali.id - Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengamankan seorang WNA asal Belanda yang mendirikan kebun ganja hidroponik di dalam rumahnya yang ada di Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Di dalam rumah 2 lantai itu, polisi menemukan beberapa pot tanaman ganja berukuran besar yang siap dibudidayakan.
Ditresnarkoba Polda Bali menggrebek rumah tersangka berinisial NR (31) pada Rabu (1/10/2025) lalu setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Saat itu, NR sedang berada di rumahnya bersama istrinya.
Setelahnya, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti lain yang mendukung dugaan budidaya ganja hidroponik yang dilakukan NR.
“Ditemukan bukti bahwa tersangka membangun atau membuat hidroponik termasuk kelistrikan dan pengairan. Serta mulai dari penyemaian biji hingga pembibitan pada pot hidroponik,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Radiant saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (3/10/2025).
Pada area pertumbuhan tanaman ganja, petugas menemukan 6 buah pot berukuran besar yang berisi tanaman ganja setinggi 100 sentimeter.
Selain itu, di area pembibitan juga ditemukan tanaman ganja yang siap untuk dibudidayakan.
Petugas menemukan sebuah pot besar berisi tanaman ganja setinggi 40 sentimeter, 3 buah pot berukuran kecil yang berisi tanaman ganja setinggi 15 sentimeter, dan 4 buah polybag yang berisi tanaman ganja setinggi 35 sentimeter.
Baca Juga: Jeon Hyebin Kecolongan di Bali: Kartu Kredit Dibobol Rp177 Juta, Kedubes Korea Buka Suara
Petugas juga menemukan dua buah kontainer yang berisi 24 pot kecil berisi bibit tanaman ganja setinggi 10 sentimeter dan 67 pot kecil berisi bibit tanaman ganja setinggi 5 sentimeter.
Radiant juga mengungkap jika timnya menemukan sejumlah peralatan pendukung budidaya seperti ratusan pot kecil, peralatan kimia untuk menyuburkan tanaman, pengatur kelembapan udara, hingga lampu pencahayaan.
Dia mengungkap jika tidak ada laboratorium yang dibangun pada rumah tersebut, melainkan hanya tenda berisikan kebun ganja.
Dari pengakuannya, NR mulai membangun kebun itu sejak Mei 2025 lalu. Sementara, NR sendiri masuk ke Indonesia sejak Maret.
Namun, karena belum mempunyai Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) dia bolak-balik Bali-Thailand agar tidak melewati izin tinggal.
Dia mengaku mendapatkan bibit ganja tersebut dari seseorang berinisial C.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN