- Hotel Bali diberi 3 bulan perbaiki peringkat lingkungan Proper; target biru Desember.
- Nilai merah karena regulasi baru, kurang pemahaman unggah data genset & limbah.
- Tantangan: larangan insinerator kecil untuk sampah dan data IPAL.
SuaraBali.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengungkap kendala yang sempat dihadapi hotel-hotel di Bali sampai harus mendapat penilaian merah soal pengelolaan lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Terdapat regulasi baru yang belum sempat dipenuhi hotel-hotel sampai penilaian sementara itu keluar.
Sekretaris PHRI Bali, Perry Markus menjelaskan jika penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang dinilai Kementerian Lingkungan Hidup itu berlangsung pada Bulan Agustus dan September 2025.
Namun, dalam penilaiannya kini ada beberapa regulasi baru yang belum dapat dipenuhi hotel dalam kurun waktu tersebut.
Hal tersebut meliputi sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran yang disertifikasi BNSP.
Padahal, waktu untuk memperoleh sertifikasi itu tidak sebentar.
Sedangkan, sertifikasi yang diminta juga berbeda untuk setiap sektor pencemarannya. Setidaknya ada 5 indikator pencemaran yang menjadi kriteria penilaian PROPER.
Namun, penilaian yang dipaparkan oleh Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq itu masih bersifat sementara. Hotel-hotel di Bali masih diberikan kesempatan untuk memperbaikinya sampai Bulan Desember mendatang.
“Karena banyak regulasi-regulasi baru, sehingga pada waktu teman-teman itu meng-upload data-data yang diminta di aplikasinya kementerian lingkungan hidup itu, banyak yang masih kurang, akibatnya merah jadinya,” tutur Perry saat ditemui di Denpasar, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga: Koster Minta GWK Buka Akses Jalan Warga yang Ditembok : GWK Nggak Akan Rugi Merelakan Jalan Itu
“Dengan perpanjangan waktu ini, kita harapkan kita bisa melakukan banyak perbaikan,” imbuhnya.
Perry menyadari permasalahan sampah menjadi yang paling menantang bagi hotel-hotel di Bali. Terlebih dengan regulasi yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengelolaan sampah mandiri oleh pihak hotel.
Namun, Perry meyakini hotel-hotel di Bali mampu memenuhi standar yang diperlukan itu.
Terlebih, industri hotel juga normalnya tidak merusak lingkungan, sehingga hotel di Bali hanya tinggal memenuhi syarat administratif yang diperlukan untuk penilaian itu.
Dia juga menyebut akan melakukan bimbingan teknis kepada hotel-hotel terkait proses perolehan sertifikasi tersebut.
“Sekarang ini mungkin mengenai sampah ya. Kita tahu lah problem kita sama-sama itu. Mengenai sampah untuk pengelolaannya,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi