- Bambang Tri Mulyono menulis 'Jokowi Undercover' untuk membela Prabowo Subianto.
- Bambang menggugat ijazah Jokowi palsu, lalu ditangkap & divonis 6 tahun penjara.
- UGM tegaskan ijazah Jokowi asli, alumnus Fakultas Kehutanan 1985.
Namun para pendukung Jokowi justru menyebut foto itu merupakan bagian dari rekayasa seorang Prabowo.
Mendengar hal ini, Bambang semakin dibuat naik pitam. Ia mengaku sakit hati lantaran Prabowo sang idola sudah diserang.
“Yang langsung menjad ilham dalam penulisan buku ini, itu ada situs pembelanya Jokowi Namanya keren situs anti fucker Indonesia, dia mengatakan ini sudah selesai pilpres, dia memuat foto yang sangat penting. Foto orang mirip Jokowi kampanye,” terang Bambang.
“Tapi dibilang pendukungnya Jokowi itu editan, hasil kerjaannya Prabowo karena tidak legowo, sudah kalah mau bikin masalah. Lah saya tambah sakit hati dong. Ini Prabowo sudah kalah, dikatain rekayasa, buat apa dia,” sambungnya.
Seperti diketahui, Bambang Tri melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2022.
Penulis buku kontroversial itu menuding Jokowi telah menggunakan ijazah palsu dari jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk mendaftarkan diri dalam Pilpres 2019.
Genap 10 hari usai mendaftarkan gugatannya, pada 13 Oktober 2022, Bambang Tri ditangkap oleh Bareskrim Polri bersama Sugi Nur Rahardja (Gus Nur).
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus berbeda, yakni penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong.
Akhir Oktober 2022, tim kuasa hukum Bambang Tri, secara resmi mencabut gugatan ijazah palsu tersebut. Kasus ini berakhir dengan vonis 6 tahun penjara untuk Bambang Tri.
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Mahfud MD Lebih Cocok Jadi Presiden, Siap Dukung Bila Nyalon
Kegaduhan yang dipicu oleh Bambang Tri itu sontak membuat pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) turun tangan.
Pada 11 Oktober 2022, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menggelar konferensi pers untuk menegaskan keabsahan status akademik Jokowi.
UGM membenarkan bahwa Jokowi adalah alumnus program studi S1 Fakultas Kehutanan Angkatan 1980 yang dinyatakan lulus pada tahun 1985.
Pernyataan itu juga diperkuat oleh kesaksian sejumlah teman seangkatan Jokowi yang turut hadir, membenarkan bahwa mereka menempuh Pendidikan bersama.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka