- Pejabat baru yang dilantik Prabowo di Istana dinilai bukan perombakan kabinet
- Analogikan dengan kocok kartu tapi jokernya itu-itu saja
- Rocky yakin tak mungkin Prabowo menggeser orang-orang di lingkaran Jokowi
SuaraBali.id - Presiden Prabowo Subianto melantik 11 pejabat di Istana Negara Jakarta pada Rabu, 17 September 2025 lalu.
Belasan pejabat itu diantaranya adalah Menteri, wakil Menteri, kepala badan atau Lembaga, dan wakil kepala badan.
Hal ini merupakan hasil dari perombakan atau reshuffle jilid ke – 2 Kabinet Merah Putih.
Istilah perombakan atau pergantian kali ini berbeda makna bagi seorang Rocky Gerung.
Menurutnya, yang terjadi ini bukanlah reshuffle, meskipun ada pergantian oknum – oknum Menteri.
Rocky menilai bahwa yang diinginkan publik bukanlah hanya sekedar pergantian orangnya saja, melainkan kualitas dari kabinet tersebut juga berubah.
“Sebetulnya tidak ada reshuffle. Yang terjadi ini memang ada pergantian oknum – oknum Menteri. Tetapi yang dituntut publik kan bukan sekedar pergantian, tetapi kualitas dari kabinet itu berubah,” aku Rocky, dikutip dari youtubenya, Jumat (19/9/25).
Rocky kemudian mengatakan bahwa reshuffle kali memiliki makna yang berbeda, dimana terjadi pergantian namun hasilnya tetap saja.
Hal ini menurut Rocky membuat publik memutuskan bahwa reshuffle tersebut dianggap buruk.
Baca Juga: Qodari Jadi KSP, Hasan Nasbi Dicopot: Strategi Prabowo atau Titipan Jokowi?
“Jadi reshuffle artinya ya Bahasa gampangnya dikocok ulang, tetapi hasilnya jokernya itu itu juga kira – kira,” jelasnya.
“Itu yang menyebabkan publik menganggap bahwa reshuffle hari ini justru reshuffle yang buruk karena ada beberapa tokoh yang dibayangkan untuk diganti itu tidak diganti. Beberapa tokoh yang dibayangkan untuk mengganti juga tidak hadir dalam pelantikan itu,” sambungnya.
Sementara itu soal salah satu posisi Menteri yang diganti Rocky juga menilai bahwa hal itu bukanlah reshuffle melainkan hanya menggeser posisi.
Seperti contohnya, Menteri BUMN, Erick Thohir yang diberhentikan dan kini beralih menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Apa sebetulnya yang terjadi dibelakang layar Ketika presiden Prabowo memutuskan untuk mengganti Menteri olahraga ke Erick Thohir,” ucapnya.
“Sebetulnya bukan mengganti itu, Menteri Olahraga ke Erick Thohir. Tetapi Erick Thohir diberhentikan dari Menteri BUMN dan akhirnya berpindah ke Olahraga,” imbuhnya.
Menurut Rocky, Presiden Prabowo sengaja melakukan hal ini, lantaran tidak mungkin menggeser Erick Thohir keluar dari Kabinet begitu saja, mengingat Erick adalah tim pemenangan Jokowi Gibran.
“Kan tidak mungkin Erick Thohir dihilangkan langsung, Prabowo pasti berpikir itu,” ujarnya.
“Karena Erick Thohir adalah tim Pemenangannya Jokowi Gibran pada waktu itu,” tambahnya.
Sehingga reshuffle ini menurut Rocky bisa diartikan dengan bermacam – macam makna. Diantaranya yaitu banyak yang menilai sebagai Langkah Presiden Prabowo mulai menjaga jarak dengan Jokowi.
Namun ada pula yang berspekulasi bahwa tidak akan mungkin Presiden Prabowo bisa menggeser orang – orang yang berada dilingkar Jokowi dengan semudah itu.
“Tetapi kita lihat posisi ini, bahwa memang ada sesuatu yang akhirnya kendati orang menganggap bahwa Pak Prabowo sedang mencicil jarak dengan Jokowi,” ucap Rocky.
“Tetapi ada yang menganggap bahwa ini tidak mungkin, pada akhirnya tokoh – tokoh utama di dalam kabinet Prabowo ini masih merupakan proksi yang sangat dekat dengan Presiden Jokowi,” sambungnya.
Berikut daftar 11 pejabat yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu :
1. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago
2. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir
3. Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari
4. Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri
5. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo
6. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor
7. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki
8. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah
9. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Naniek S. Dayang
10. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sonny Sanjaya
11. Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa, Sarah Sadiqa
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP