- WNA AS dideportasi dari Bali karena gelar kelas seksualitas bertarif fantastis Rp116 juta.
- Pelaku masuk pakai Visa on Arrival (VoA) namun menyalahgunakannya untuk mencari penghasilan.
- Imigrasi gunakan patroli siber setelah terima laporan masyarakat untuk menangkap pelaku.
SuaraBali.id - Aksi nekat seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat yang membuka kelas seksualitas di Bali berakhir dengan deportasi.
Tak main-main, wanita berinisial JRG ini mematok tarif fantastis mencapai Rp116,5 juta per orang untuk kelas yang diadakannya di sebuah vila mewah di kawasan Seminyak, Badung.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai berhasil membongkar praktik ini setelah melakukan pemantauan intensif, termasuk melalui patroli siber. Temuan ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh JRG.
"Setiap orang asing yang berada di Indonesia wajib mematuhi aturan keimigrasian dan menghormati norma hukum yang berlaku," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Winarko di Badung, Bali, Jumat (20/9/2025).
Menurut data imigrasi, JRG yang berusia 44 tahun ini masuk ke Indonesia melalui Bali pada 4 September 2025.
Ia hanya mengantongi visa saat kedatangan atau visa on arrival (VoA), yang jelas-jelas tidak memperbolehkan pemegangnya untuk bekerja atau mencari penghasilan di wilayah Indonesia.
Namun, JRG justru menyalahgunakan izin tinggal tersebut dengan menggelar kelas bertajuk "Intimacy Mastery Retreat" pada 4-8 September 2025. Kelas ini diikuti oleh enam peserta yang juga merupakan warga negara asing dari berbagai negara.
Imigrasi Ngurah Rai menyebutkan wanita berusia 44 tahun itu menerapkan tarif tinggi yakni 6.997 dolar AS atau sekitar Rp116,5 juta dengan estimasi kurs Rp16.650, untuk ruangan reguler periode 4-8 September 2025.
Materi yang diajarkan dalam kelas tersebut berfokus pada praktik dan teknik seputar hubungan intim, kedekatan emosional, serta berbagai aktivitas seksual dengan menggunakan alat peraga.
Baca Juga: Ramai Beredar ASN di Bali Diminta Donasi Banjir dari Rp 150 Ribu Sampai Rp 1 Juta
Petugas bahkan mengamankan bukti berupa foto-foto perlengkapan yang digunakan untuk kelas tersebut.
Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) yang bergerak cepat akhirnya menangkap JRG di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (16/9), saat ia hendak terbang menuju Jakarta.
Atas perbuatannya, JRG terbukti melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ia pun telah dideportasi kembali ke negara asalnya melalui rute Denpasar-Taipei-Los Angeles pada Kamis (18/9).
Selain itu, namanya juga dimasukkan dalam daftar penangkalan untuk masuk kembali ke wilayah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
5 Fakta Terbaru Penanganan Kejahatan Turis Asing di Pulau Dewata
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas IX Halaman 110 Kurikulum Merdeka: Hati-Hati Tukang Tipu!
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 98 Kurikulum Merdeka: Membuat Sorbet Buah
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas X Halaman 22 Kurikulum Merdeka : Data, Informasi dan Validasi
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain