SuaraBali.id - Nasib malang dialami seorang turis perempuan asal Kanada, CEC (27). Ia mengalami trauma setelah menjadi korban kekerasan seksual di Nusa Penida, Bali.
Adapun pelaku adalah BKW (22) yang merupakan buruh serabutan asal Sorong, Papua Barat, kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Klungkung.
Saat ini, menurut Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo, kondisi psikis korban terguncang.
Korban sempat mengurung diri di penginapan karena syok dan takut, sebelum akhirnya berani melapor setelah bercerita kepada teman-temannya.
"Korban mengalami trauma. Psikisnya terguncang. karena kejadian ini. Selain itu korban mengeluh sempat sakit pada bagian sensitifnya dan berdarah," ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo didampingi Kasi Humas Agus Widiono, Kamis (18/9/2025) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Peristiwa berawal pada Sabtu, 6 September 2025, ketika korban dan teman-temannya sedang berkumpul di sebuah vila.
Tiba-tiba, pelaku datang tanpa diundang dan ikut bergabung.
"Korban mengatakan pelaku ini datang tidak diundang, teman-temannya juga tidak ada mengundang. Ia tiba-tiba datang dan ikut berbaur," lanjutnya.
Pelaku kemudian mengajak korban berboncengan motor. Meski korban menolak dan meminta diturunkan, pelaku justru melaju kencang menuju sebuah bungalow di Desa Sakti.
Baca Juga: Gubernur Bali Ajukan Pemindahan Lapas Kerobokan ke Bangli
Dalam perjalanan, pelaku mengancam dengan melepaskan tangan dari setang motor, membuat korban semakin takut dan tidak berani melawan.
Sekitar pukul 01.30 WITA, di bungalow tersebut, pelaku mencekik leher korban lalu memaksanya berhubungan badan
Korban yang syok akhirnya melapor ke polisi pada Kamis, 18 September 2025. Polisi langsung bergerak cepat memburu pelaku yang sempat kabur ke Pulau Lembongan.
BKW berhasil ditangkap pada Jumat, 12 September 2025, dan kini ditahan di Polres Klungkung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat