SuaraBali.id - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyoroti tata ruang Bali yang menjadi salah satu faktor parahnya banjir yang terjadi pada Rabu (10/9/2025) lalu. Dia menyebut area tutupan hutan pada aliran sungai di Bali hanya 4 persen dari total luasan daerah aliran sungai.
Menurut Hanif, curah hujan yang tergolong ekstrem memang turun sebelum kejadian banjir tersebut. namun, dari segi lanskap menurutnya masih ada yang perlu diperbaiki di Bali.
Dari datanya, hanya ada sekitar 1.200 hektare daerah tutupan hutan dari total 49 ribu hektare aliran sungai di Bali. Menurutnya, angka tersebut tergolong sangat kecil dan berpengaruh terhadap resapan air hujan di Bali.
“Lanskap kita untuk Bali ke atas sampai Gunung Batur ini tutupan hutannya sangat kecil,” jelas Hanif saat ditemui di Sekolah Rakyat, Kabupaten Tabanan, Sabtu (11/9/2025) pagi.
“Kurang dari 4 persen jadi dari 49 ribu hektar. Daerah aliran sungainya yang ada tutupannya kurang dari 1.200 hektare jadi ini sangat kecil pohonnya,” imbuh dia.
Menurutnya perlu ada perubahan tata lanskap dan rencananya ke depan yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Selain itu, Hanif juga menyoroti soal timbulan sampah yang menyumbat drainase. Menurutnya, pihaknya sudah berupaya untuk mengatasi masalah sampah yang terjadi khususnya pada sungai-sungai di Bali. Termasuk juga dengan upaya Pemprov Bali untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai dan air kemasan.
Namun, dia menyebut penyelesaian tersebut masih menyisakan masalah. Sehingga, evaluasi soal penanganan sampah dirasa Hanif perlu dilakukan di Bali.
“Upaya pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyelesaikan sampah ternyata masih menyisakan banyak masalah,” papar dia.
Baca Juga: Rumah Roboh, Orangtua Tidak Ada: Jeritan Pilu Ruth Kehilangan Keluarga Akibat Banjir Bali
“Timbulan sampah sebagian menyumbat dari daerah-daerah drainase itu, ini kita harus ubah total,” tambahnya.
Selain itu, faktor lain yang tak luput dari sorotannya adalah soal alih fungsi lahan di Bali. Dia sudah meminta Gubernur Bali, Wayan Koster untuk melakukan pemetaan alih fungsi lahan di seluruh wilayah Bali.
Dia menyadari adanya degradasi fungsi lahan di Bali sehingga banyak lahan pertanian dan hutan yang dialihfungsikan. Hanif juga mengaku siap untuk langsung melakukan penegakan hukum jika diperlukan bagi para pelanggar alih fungsi lahan di Bali.
“Kami sudah menyoroti itu (alih fungsi lahan), kami sudah diskusi dengan pak gubernur. Pak gubernur juga sedang menguji itu, kami akan monitor hasil dari mapping pak gubernur,” tuturnya.
Dia mengaku siap untuk melakukan mitigasi terhadap semua faktor tersebut hingga membentuk kajian hidup strategis yang mesti menjadi panduan bagi Pemprov Bali untuk evaluasi pasca bencana ini.
“Langkah konkret kita akan memitigasi, memberikan arah semacan kajian hidup strategis yang harus menjadi rujukan Pemprov Bali dan di bawahnya ini harus kita lakukan,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP