SuaraBali.id - Kasus pembunuhan marak terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Pulau Lombok sepekan terakhir.
Bahkan kasus pembunuhan tersebut dilakukan secara sadis salah satunya tersangka mengecor korban untuk menghilangkan jejak.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa prihatinnya dengan kasus pembunuhan yang banyak terjadi.
Dengan kasus ini, ia mengingatkan pentingnya kesehatan holistik.
Artinya, pemeriksaan yang dilakukan tidak saja kesehatan fisik melainkan juga kesehatan jiwa.
"Pendekatan komprehensif untuk kesejahteraan yang menyelaraskan tubuh, pikiran, emosi, dan lingkungan. Termasuk aspek sosial dan spiritual. Tidak hanya yang sifatnya medical tetapi juga kejiwaan,” katanya.
Selama ini menurut Mantan Dubes Turki ini, orang-orang hanya fokus pada mengobati penyakit yang sifatnya medical.
Mengobati penyakit-penyakit yang sifatnya menular maupun tidak menular sehingga lupa untuk memeriksakan kesehatan jiwanya.
“Tetapi kan kita ada isu kejiwaan juga menjadi penting. Soal kesehatan holistik,” bebernya.
Baca Juga: Hilang 2 Minggu, Perempuan di Lombok Ternyata Ditimbun di Sumur Oleh Kekasih
Sementara itu, Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida menilai kondisi ini bisa menjadi pemicu atau trigger bagi masyarakat.
Bahkan bisa memunculkan kecenderungan masyarakat untuk meniru jika tidak segera ditangani dengan tepat.
Menurutnya, tingginya kasus dugaan pembunuhan akhir-akhir ini berkaitan dengan kondisi psikis pelaku dan korban.
“Berita-berita terakhir ini sangat memprihatinkan. Bisa jadi menjadi metode untuk meniru," katanya.
Ia mengatakan, untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi, RSJ Mutiara Sukma akan memperkuat langkah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
"Karena itu kami akan segera bergerak, walaupun sebelumnya sudah ada langkah, tapi akan semakin intens mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat