SuaraBali.id - Rencana pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke area konservasi Pulau Padar, Taman Nasional Komodo akan membuat masyarakat tak bisa lagi dengan mudah masuk ke daerah tersebut.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta masyarakat agar dapat mengantre untuk datang ke sana.
Menhut Raja Juli Antoni ditemui usai puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2025, Senin (11/8/2025), menyampaikan sudah meminta kepada jajarannya untuk segera dapat memberlakukan pembatasan wisatawan yang mengunjungi Pulau Padar dalam bentuk kuota, mengingat turisme masal (mass tourism) akan berpengaruh terhadap ekosistem kawasan konservasi tersebut.
"Semua orang boleh ke Padar, tapi ngantri dengan kuota, supaya jangan mengganggu konservasinya," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Ia berharap agar wisatawan di Taman Nasional Komodo masuk dalam jenis yang spesifik atau "niche", sesuai dengan tujuan ekoturisme.
Sebeumnya ia bahkan menyebut kondisi Pulau Padar saat ini seperti pasar yang ramai, tidak sesuai dengan kawasan konservasi.
Namun, di sisi lain dia mengakui terdapat kekhawatiran dari sejumlah pihak dengan rencana pembatasan kuota tersebut.
Hal itu mengingat pembatasan jumlah wisatawan akan berdampak kepada penghasilan fasilitas pariwisata lokal mulai dari agen tur, hotel dan pesawat.
Meski demikian, terdapat pertimbangan terkait kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan di Taman Nasional Komodo yang sangat rentan ketika menghadapi jumlah masif turis. Terutama mengingat taman nasional itu merupakan habitat satu-satunya satwa endemik komodo (Varanus komodoensis).
Baca Juga: Kunjungan Turis ke Bali Naik, Australia Masih Paling Tinggi
"Tapi saya sudah katakan ya, sekali lagi, semua orang boleh datang ke taman nasional, ayo bahkan. Tapi sekali lagi, ngantri sesuai dengan kuota, supaya tidak merusak," demikian Raja Juli Antoni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri