“Intinya kita punya pandangan yang sama dengan beliau bahwa kita ingin meningkatkan sektor pariwisata, semua pihak harus dilibatkan,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Timur, H. Hairul Warisin mengatakan apa yang dilakukannya kemarin lantaran keluhan dari para pelaku wisata saat menggelar diskusi.
Di mana ditemukan pemandu wisata dari Loteng membawa tamunya dan parkir di tengah laut untuk menikmati ombak di Pantai Ekas.
"Itu yang menjadi dasar kita lantaran permasalahan yang bertahun-tahun yang dikeluhkan oleh para pelaku wisata yang tak kunjung tuntas," katanya.
Bupati Lotim menyoroti pajak yang dikeluarkan oleh para pelaku wisata semakin kecil.
Dan setelah dilakukan diskusi, ternyata adanya aktivitas dari pemandu wisata dari Lombok Tengah pun mencuat menjadi salah satu penyebabnya.
"Tamu - tamu yang menginap di Ekas yang biasanya 5 - 6 hari, tapi sekarang hanya 1 - 2 hari saja. Itu karena desakan yang datang dari mana-mana bahkan intimidasi dari orang luar terhadap tamu yang menginap di situ (Ekas)," tegasnya.
Kenyamanan yang terganggu tentunya membuat tamu yang berada di Ekas memangkas masa liburannya di hotel atau homestay yang ada di Lombok Timur.
Dengan demikian para wisatawan memilih ke Loteng akibat adanya intimidasi dari pihak luar Lotim.
Baca Juga: Pengusaha di Mataram Pesan Siswa SD Untuk Prostitusi, Korban Dijual Kakaknya Sendiri
Bahkan dikeluhkan para tamu yang berada di Lotim bahwa sangat sulit sekali mendapatkan tempat surfing di Ekas lantaran banyaknya tamu yang datang dari Loteng dengan menggunakan kapal.
Setidaknya terdapat 100 orang yang datang untuk melakukan surfing.
"Ketidaknyamanan itu membuat tamu berfikir buat apa datang ke Lotim, sehingga tamu memilih untuk pindah ke tempat para tamu yang banyak berdatangan agar bisa melakukan surfing dengan tenang," jelasnya.
Hal itu dikatakan Bupati Lombok Timur sangat merugikan masyarakat di Ekas, baik itu dari kenyamanan bahkan perekonomiannya.
Investor juga turut dirugikan, di mana mereka telah membangun fasilitas hotel maupun homestay, namun tamu yang datang hanya sedikit.
"Yang ada nantinya investor bisa pergi karena tidak percaya dengan Lotim ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG