SuaraBali.id - Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengamankan tiga orang pelaku penembakan terhadap dua orang warga negara (WN) Australia di Bali.
Mereka bertiga ditangkap di luar Bali dan baru diserahkan dan diamankan di Rutan Mapolres Badung, Bali, Selasa (17/6/2025) malam.
Ketiganya merupakan WN Australia yang bernama Darcy Francesco Jenson (37), Coskunmevlut (23) dan Tupou Paea I Midolmore.
Ketiganya disebut memiliki peran dalam peristiwa penembakan tersebut.
Ketiga pelaku diamankan secara terpisah ketika tiba di Bali. Pelaku Darcy diamankan saat berada di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang dan langsung diamankan Bareskrim.
Sementara, Coskun dan Tupou berhasil kabur ke luar negeri sebelum ditangkap. Mereka akhirnya berhasil diamankan melalui kerja sama dengan Interpol di kawasan Asia Tenggara.
“Yang satu (Darcy) mau berangkat di Soetta diamankan oleh rekan-rekan Imigrasi dan bantuan Polda Metro di Bareskrim. Yang dua sudah terlanjur kabur dan bisa dikembalikan karena koordinasi antar negara, Interpol Asia Tenggara,” ungkap Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya saat konferensi pers di Mapolda Bali, Rabu (18/6/2025).
Dalam foto yang beredar, saat diserahkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Darcy nampak menutup wajahnya dengan hoodie yang dia kenakan.
Sementara, Coskun dan Tupou nampak harus didorong menggunakan kursi roda.
Baca Juga: Update Kasus Penembakan WNA Australia : Gangster Yang Dikenal Sadis
Ketiga tersangka tidak ditampilkan dalam konferensi pers tersebut.
Daniel menjelaskan jika pihaknya masih memerlukan waktu untuk melakukan pendalaman kepada para tersangaka terhadap peristiwa tersebut.
“Ini masih tanggal 18 ya, jadi masih pengembangan. Namun dari beberapa alat bukti petunjuk memang sudah mengarah ke tiga orang tersebut,” ucapnya.
“Hari ini masih kami terus kembangkan karena kami baru bisa memeriksa tadi malam yang kami kaitkan dengan fakta-fakta yang lain yang tentunya akan diadakan untuk persesuain tentang pembuktian tersebut,” tutur Daniel.
Daniel menjelaskan jika mereka disebut kabur dengan menggunakan jalur darat. Dari Bali, mereka menyewa sepeda motor dan mobil untuk menuju Jawa.
Mobil Fortuner yang sebelumnya mereka sewa ditemukan di Tabanan. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil XL7 untuk menyeberang ke Surabaya, Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel