“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik dr Polresta, dari 11 orang itu kemudian diidentifikasi ada sekitar 7 orang yang kita duga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap korban,” tutur Ariasandy.
Sementara, Ariasandy menjelaskan jika pihaknya juga memeriksa anggota petugas piket yang berjaga pada saat kejadian tersebut.
Setidaknya ada 3 orang petugas piket yang dimintai keterangan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Bali dan Polresta Denpasar terkait kasus tersebut.
Dia menjamin jika adanya unsur kelalaian dari anggota polisi, anggota tersebut pasti akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Terkait anggota yang jaga pada saat itu kita periksa, kita mintai keterangan. Dari Propam Polda maupun Polresta sudah memeriksa yang bersangkutan. Apabila kita temukan adanya kelalaian pasti kita tindak tegas sesuai aturan,” papar dia.
Sementara, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang juga sempat ditemui pada kesempatan yang sama saat menemui Ariasandy.
Namun, Iqbal enggan memberikan pernyataan terkait kasus tersebut dan menyebut kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihaknya.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi juga melontarkan pernyataan serupa saat dihubungi.
Dia sebelumnya membenarkan terjadinya peristiwa tewasnya tahanan itu.
Baca Juga: Ditinggal Ibu Kerja Jadi TKW, Anak di Mataram Dicabuli Ayah Tiri Sejak Tahun 2016
Namun, dia hanya menyebut jika kasus tersebut masih didalami oleh pihaknya.
“Kami membenarkan peristiwa itu, kasusnya masih didalami,” ujar Sukadi saat dihubungi pada Kamis (5/6/2025) malam kemarin.
Ariasandy menjelaskan jika dia akan menyampaikan motif dugaan pengeroyokan itu usai hasil penyidikan selesai.
Pihaknya juga masih menunggu hasil visum untuk mengetahui luka-luka yang dialami oleh korban. Sementara ini, dia juga enggan menjelaskan luka-luka yang dialami AI.
“Masih kita dalami ya (motifnya), yang jelas dari lidik 11 orang, 7 kita indikasi sebagai pelaku pengeroyokan. Ini masih pemeriksaan,” pungkasnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar