Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 02 April 2025 | 14:13 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/4/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Rekaman tersebut memperlihatkan warga yang menggunakan sepeda listrik hingga sepeda motor lalu lalang di jalanan.

Bahkan melakukan transaksi jual beli seperti hari biasa.

Video ini pun menuai beragam komentar, termasuk respons negatif yang menimbulkan perdebatan publik.

Hal ini pun direspons oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jembrana yang segera menggelar rapat koordinasi di Rumah Jabatan Bupati Jembrana pada Minggu (30/3/2025).

Baca Juga: Gianyar, Bangli, Tabanan Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025

Ketua FKUB Jembrana, I Wayan Windra, menyatarakan prihatin dengan viralnya video tersebut saat Nyepi.

Ia pun menyatakan akan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama dan meminta pihak berwenang menindak tegas penyebar video yang dianggap provokatif.

"FKUB tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap Forkopimda ikut membantu menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut," ujar Windra.

Selain itu masih di Jembrana, tepatnya di Desa Adat Sumbersari, diketahui seorang oknum polisi yang nekat berkendara di jalanan.

Ia bahkan naik sepeda motor tak mengindahkan aturan adat saat Nyepi dan berkendara ugal-ugalan dalam kondisi mabuk.

Baca Juga: Idul Fitri Terindah Luna Maya, Setelah Berlebaran Bersama di Bali Lalu Dilamar Maxime di Jepang

Warga pun merespons kejadian ini

Load More