SuaraBali.id - Program makan bergizi gratis (MBG) di Mataram, Nusa Tenggara Barat tetap berjalan meski bulan puasa ramadan. Hanya saja, menu yang diberikan kepada peserta didik selama bulan puasa ini berubah tidak lagi dalam bentuk nasi.
Kepala SMK Negeri 1 Mataram, Ruslan mengatakan pembagian makan siang bergizi gratis tetap dilakukan seperti biasanya pada bulan Ramadan ini yakni di siang hari.
Selama Ramadan, menu yang dibagikan kepada peserta didik yaitu berupa roti atau biskuit, susu kemasan, buah, telur rebus dan kurma. Jadwal pembagiannya pun tetap seperti biasanya yaitu sekitar pukul 12.00 Wita.
Menu ini hampir serupa dengan varian menu Ramadan di daerah lain di Indonesia.
"MBG mulai hari ini dan menu itu seperti ini (sambil menunjukkan menu-menu yang diberikan kepada peserta didik)," katanya.
Pemilihan menu ini menurut Ruslan agar peserta didik bisa membawa pulang sebagai menu berbuka di rumah bagi yang beragama islam.
"Jadi bisa dibawa pulang makanan itu," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati juga sudah menyarankan agar makanan yang diberikan kepada anak-anak selama bulan puasa ini yang bisa dimakan untuk berbuka puasa.
Karena jika disamakan dengan hari-hari biasanya maka akan basi dan tidak layak konsumsi.
Baca Juga: 15 Hari Diskon Tiket Pesawat Mudik 2025, NTB Targetkan Lonjakan Penumpang
"Kalau pun tetap dilanjutkan ya makanan yang bisa dikonsumsi pada saat buka puasa. Kalau nasi ya bagaimana ya, basi dan kalau sudah basi pasti mubazir," ujarnya.
Meskipun menu diganti, Erna memastikan makanan yang diberikan memiliki gizi tinggi bagi anak-anak. Tidak itu saja, makanan yang diberikan juga bisa tahan hingga waktu berbuka.
"Pada saat dikonsumsi itu dalam keadaan masih bergizi,” jelasnya.
Apalagi lanjut Erna, dalam proses penyiapan menu makanan ini sudah berdasarkan saran dari ahli gizi yang mendampingi.
"Kan ada ahli gizi yang bisa melihat dan menilai," katanya.
Berhenti Sementara Saat Libur Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG