SuaraBali.id - Pemberian makan siang bergizi gratis di Kota Mataram sudah dimulai. Pada tahap pertama ini, pemberian makanan gratis program Presiden RI Prabowo Subianto di mulai di Kecamatan Selaparang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Seorang siswa di SMP Negeri 8 Mataram, Nasya mengatakan makanan yang dibagikan enak. Hanya saja menu yang disajikan kurang sambal.
"Tapi lebih sedikit pedas gitu. Kita inginnya yang pedas," kata siswa kelas VIII ini.
Sebagai pecinta sambal, menurutnya menu yang disajikan terlalu manis. Misalnya untuk tumis yang dominan rasa manis.
"Tahu itu tadi manis itu yang paling manis. Jadi kita butuh sambal," katanya.
Disebutkan, menu yang diberikan seperti ayam goreng tepung, tahu tumis campur kacang panjang, dan tempe goreng. Adapun untuk buah-buahan yaitu dua potong nanas.
"Kalau ayam gorengnya itu ada tepungnya sedikit," katanya.
Kalau dibandingkan dengan menu kantin, makanan siang gratis yang diberikan lebih enak.
Karena biasanya para siswa harus mengeluarkan budget sebesar Rp5 ribu untuk satu porsi dengan menu tempe, telur dan mi.
Baca Juga: 26 Daerah Sudah Mulai Makan Siang Bergizi Gratis, Mataram Masih Tunggu Alat Dapur
"Kalau ini kan beda. Ada ayam gitu kan," katanya.
Sementara itu, siswa yang lain Dira mengatakan dengan adanya program pembagian bisa lebih hemat.
Artinya, uang saku yang diberikan orang tua sebesar Rp10 ribu bisa digunakan untuk keperluan yang lain. Dengan pembagian makanan siang ini uang yang diberikan belum dipakai.
"Ya bisa lebih hemat. Karena kan kita dikasih makan dan ini aja uang kita belum pakai," ungkapnya.
Hanya saja menu yang diberikan kurang air minum dan susu seperti yang ada di daerah lain. Sehingga pihak sekolah meminta para siswa untuk membawa air minum dari rumah.
"Tidak ada susu. Minum juga nanti kita bawa. karena tidak ada air minum. Sendok juga tidak ada," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG