SuaraBali.id - Sebanyak 7 Petugas TPS di Bali bertumbangan dalam rangkaian pemungutan suara pada Pilkada Serentak. Dari jumlah tersebut, seorang petugas keamanan TPS meninggal dunia, Kamis (28/11/2024) pagi.
Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan mengungkap pihaknya baru menerima laporan tersebut. Petugas keamanan bernama Muhammad Arif itu bertugas di TPS yang ada di Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali.
Namun, John belum menjelaskan kronologi dan penyebab pasti meninggalnya korban.
“Kita masih proses ya karena kita baru tahu informasinya tadi pagi,” ujar John saat ditemui di Kantor KPU Bali, Kamis (28/11/2024).
“Sementara informasinya petugas ketertiban di Kampung Bugis Buleleng,” imbuhnya.
Sementara itu, ada dua orang perempuan yang mengalami keguguran kehamilan saat bertugas sebagai badan ad-hoc pada rangkaian Pilkada di Bali.
Seorang perempuan bertugas sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan di Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu mengalami keguguran saat mengikuti rapat bimbingan teknis pada Senin (25/11/2024). Diketahui, saat itu usia kehamilannya mencapai usia 8 minggu..
Selain itu, Luh Merry Sudaryani (34) yang bertugas sebagai KPPS di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng juga mengalami keguguran saat bertugas pada Rabu (27/11/2024) kemarin. Saat itu, usia kehamilannya mencapai 3 bulan.
John menjelaskan jika tidak ada larangan terkait ibu hamil untuk menjadi penyelenggara Pemilu. Namun, jika dalam kondisi hamil lebih dari 5 bulan, dia menjelaskan jika biasanya Panitia Pemungutan Suara (PPS) sudah mengingatkan.
Baca Juga: Pria Ngamuk Rusak TPS di Bali, Pemungutan Suara Sempat Dihentikan Dan Pelaku Kabur
“Tidak ada larangan hamil tidak boleh jadi penyelenggara, tapi tentu kadang kalau hamil muda ada yang tau ada yang tidak tahu,” tuturnya.
John juga menjelaskan ada tiga petugas TPS yang mengalami kecelakaan saat bertugas di Kabupaten Buleleng dan Karangasem.
Kecelakaan terjadi saat proses penyebaran formulir C Pemberitahuan. Sementara, ada satu lagi petugas KPPS di Kabupaten Buleleng yang pingsan karena asam lambung saat proses pemungutan suara.
Dia memastikan jika KPU menjamin santunan bagi para korban yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas. Bagi korban meninggal dunia, keluarganya akan menerima santunan mencapai Rp36 juta.
“Kami dari KPU bertanggung jawab secara penuh terhadap kesehatan dan kami sudah melakukan proses penjaminan terhadap yang bersangkutan,” pungkasnya.
Kontributor Bali : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar