SuaraBali.id - Anies Baswedan baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait rencana untuk membuat partai politik atau ormas. Namun pembentukan partai politik ini nyatanya tidak semua tim menyambut baik salah satunya tim relawan yang ada di Provinsi NTB.
Ketua Tim Relawan Anies di Provinsi NTB, Ihsan K. Amin mengatakan pembentukan partai baru ini harus didahului dengan pembentukan ormas. Karena ormas bisa lebih leluasa untuk memberdayakan masyarakat.
“Kita bentuk ormas dulu. Karena lebih leluasa untuk memberdayakan masyarakat sesuai dengan cita-cita perubahan ini,” katanya Rabu (4/9/2024) sore.
Menurutnya, tidak semua pendukung Anies pada saat maju Pilpres kemarin menyetujui pembentukan partai politik baru. Namun jika pembentukan ormas dinilai bisa lebih mudah diterima oleh para pendukung dan bisa gerakkan masyarakat untuk perubahan.
“Sembari tim menyiapkan partainya. Tapi jalankan perubahan. Biar pemerintah bekerja dengan APBN, dan kita bekerja membantu masyarakat dan mana yang akan kelihatan hasilnya nanti kan begitu,” tegasnya.
Dijelaskan Ihsan, ormas dan partai berbeda. Dimana, partai biasanya bertujuan untuk politik, sedangkan ormas lebih luas yaitu seperti sosial budaya dan lainnya.
“Jadi menurut saya itu saja yang kita buat dulu. Ormas dan sambil disiapkan secara matang partai politik itu,” ujarnya.
Ormas yang dibentuk terangnya harus berjalan sekitar setahun atau dua tahun. Karena melalui kerja-kerja ormas ini nantinya ada investasi sosial ditengah masyarakat sehingga lebih mudah mendapatkan suara ketika maju kembali tahun 2029 mendatang.
“Untuk tahun 2029 partai politik ini tidak perlu kita persiapkan dari sekarang. 2 atau 3 tahun kita mempersiapkan untuk partai politik sementara basis massa lewat program ormas yang kita jalankan itu gampang kita dapatkan suara,” katanya.
Baca Juga: Pembelian Tiket MotoGP Mandalika Turun, Biaya Akomodasi Dirasa Mahal Oleh Penonton
Sementara terkait dengan formulir yang beredar untuk pembentukan partai, Ihsan mengaku sudah mendapatkannya. Namun setelah menerima formulir tersebut tidak ada yang diisi sama sekali.
“Saya dapat tapi tidak saya isi,” katanya.
Menurutnya, Anies Baswedan tidak terlibat dalam penyebaran formulir tersebut. Penyebaran formulir untuk membentuk partai tersebut disebarluaskan tanpa sepengetahuan Anies sendiri. Selain biodata diri di dalam formulir yang diberikan juga ada pernyataan setuju atau tidak.
“Isi dalam formulir itu nama, alamat, kemudian tanggal lahir, pekerjaan dan biodata dan semacam itu lah,” katanya.
Meski tidak terpilih menjadi presiden, Tim relawan Anies di NTB tetap menggaungkan gerakan perubahan. Bahkan diskusi tentang perubahan ini masih dilakukan meski hanya secara online.
“Kita tetap gaungkan di NTB. Timnya tetap aktif dan tidak setiap hari kumpul. Kalau akan menggelar kegiatan baru kita janji untuk berkumpul,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau