SuaraBali.id - Bali, pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan keramahan masyarakatnya, memiliki sejarah yang panjang dan menarik.
Pulau ini telah mengalami berbagai dinamika sejarah, dari masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha hingga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Masa Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
Sejarah Bali tak lepas dari pengaruh agama Hindu-Buddha. Pada masa lalu, Bali pernah menjadi bagian dari kerajaan-kerajaan besar di Nusantara, seperti Majapahit. Pengaruh Majapahit sangat terasa pada arsitektur, seni, dan budaya Bali.
Pada tahun 1343, Pulau Bali dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Gajah Mada atas nama Kerajaan Majapahit menugaskan Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan menjadi raja di Bali. Dia kemudian menghadapi pemberontakan rakyat "Baliaga".
Mereka kebanyakan berasal dari desa-desa di pegunungan Kabupaten Bangli dan Karangasem. Berkat dorongan moral dari Gajah Mada, raja Bali dapat menumpas pemberontakan tersebut.
Kerajaan Bali mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sebaliknya, pengganti Dalem Waturenggong, yaitu, Dalem Bekung adalah orang yang sangat lemah dan tidak berwibawa.
Karena itu, dalam menjalankan roda pemerintahannya, Dalem Bekung dibantu oleh paman-pamannya, yaitu, I Dewa Gedong Arta, I Dewa Nusa, dan I Dewa Anggunan.
Dalem Bekung tidak memiliki putera, karena itu ketika dia wafat, posisinya digantikan oleh Dalem Sagening. Sepeninggal Dalem Sagening, takhta kerajaan digantikan oleh puteranya, yaitu, Dalem Di Made.
Baca Juga: "Om Swastyastu": Lebih dari Sekedar Salam, Ini Makna Mendalam di Baliknya
Pada masa pemerintahan Di Made ini, Kerajaan Bali mengalami kekacauan politik yang luar biasa. Igusti Agung Widia melakukan pemberontakan dan berhasil menguasai kerajaan. Namun kekuasaannya tidak lama karena dia kemudian dikalahkan oleh pasukan dari Badung dan Buleleng.
Kedua pasukan tersebut merupakan pasukan bantuan, atas permintaan pihak yang tersingkir.
Setelah runtuhnya Majapahit, muncul kerajaan-kerajaan kecil di Bali, seperti Gelgel, Klungkung, Karangasem, Mengwi, Buleleng, dan Tabanan. Masing-masing kerajaan memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri.
Namun kedatangan bangsa Eropa, khususnya Belanda, membawa perubahan besar bagi Bali.
Belanda mulai menunjukkan minat terhadap Bali pada abad ke-17, namun baru berhasil menguasai pulau ini pada abad ke-19 setelah melalui beberapa perang sengit. Di bawah kekuasaan Belanda, Bali dijadikan bagian dari Hindia Belanda.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, Bali turut serta dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Meskipun mengalami berbagai tantangan, masyarakat Bali tetap berjuang untuk meraih kemerdekaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri