SuaraBali.id - Arus balik pemudik dari Pulau Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mulai meningkat.
ASDP memprediksi bahwa puncak arus balik diprediksi akhir pekan ini mengingat berakhirnya liburan sekolah dan bertepatan dengan weekend.
Menurut PT. ASDP Indonesia Ferry pada Jumat (4/4/2025) menyebutkan pada H+1 total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 37.943 orang.
Jumlah ini baru di hari pertama dan sudah meningkat lebih dari 20 persen.
"Jumlah itu meningkat 24,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin.
Menurutnya, untuk melayani jasa penyeberangan di Selat Bali pihaknya mengerahkan 32 unit armada kapal.
Umumnya dengan sistem keberangkatan pemudik yang terjadwal, untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini kepadatan di pelabuhan relatif lebih bisa ditekan.
"Lewat pembelian tiket online, kedatangan pemudik di pelabuhan lebih terjadwal sehingga antisipasi pengaturan bisa dilakukan lebih baik," katanya.
Sistem ini juga diterapkan saat arus balik dengan penumpang menjadwalkan waktu keberangkatan saat membeli tiket kapal secara online.
Baca Juga: Mudik 2025 Semakin Nyaman, BRI Siapkan Rute Utama Jakarta-Yogyakarta & Surabaya
Guna menghindari seluruh kendaraan pemudik menumpuk ke arah pelabuhan, maka disediakan tempat pembelian tiket di lokasi-lokasi penampungan di Ketapang maupun Gilimanuk.
"Di seluruh pelabuhan diterapkan delaying sistem termasuk untuk penyeberangan Selat Bali. Di Ketapang sudah disiapkan sejumlah lokasi untuk menampung kendaraan, demikian juga di Gilimanuk," katanya.
Adapun di wilayah Ketapang, kendaraan penumpang lebih diarahkan masuk lewat Grand Watudodol dan dermaga Bulusan.
Sedangkan kendaraan barang diarahkan ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sritanjung.
Sementara itu di Gilimanuk, kata dia, lokasi untuk mendukung delaying system adalah Terminal Kargo dan Terminal Bus Gilimanuk untuk kendaraan penumpang dan Jembatan Timbang Cekik untuk kendaraan barang.
"Untuk kelancaran arus balik, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul
-
PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini
-
Tantowi Yahya: China Jauh di Depan dalam AI, Mahasiswa Bali Didorong Belajar ke Tsinghua
-
5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya
-
Pasma Royce Jadi Kapolda Bali, Gantikan Daniel Adityajaya