SuaraBali.id - Pelukis kenamaan dari China digandeng Bali Tourism Board (BTB) untuk ikut mempromosikan pariwisata Bali secara lebih luas melalui karya seninya kepada warga di Negeri Tirai Bambu.
"Melalui misi-misi budaya, kami ingin mengenalkan dan mempromosikan pariwisata Bali untuk mencapai wisatawan berkualitas," kata Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana saat menerima kunjungan Cai Yushui bersama rombongan di Griya Gede Keniten, Sanur, Denpasar, Selasa (6/8/2024)
Menurutnya saat ini potensi pasar wisatawan China untuk pelesiran ke Pulau Dewata masih sangat besar.
Untuk itu pihaknya sedang berusaha untuk menggarap pasar pariwisata melalui keterlibatan para seniman.
"Mereka nanti akan membuat lukisan tentang Bali, lalu berpameran di negaranya. Orang-orang di sana (China) tentu akan menjadi penasaran dimana dan bagaimana Bali itu," ujar pria yang karib disapa Gus Agung tersebut.
Pelukis China, Cai Yushui ini sebelumnya juga sudah pernah tinggal di Bali selama 7 tahun. Adapun sejumlah lukisannya telah berkisah tentang seluk beluk kesenian dan ritual masyarakat Bali.
Cara ini dipandang efektif karena sebelumnya juga dilakukan hal yang sama dengan pasar Eropa.
"Itu (misi budaya) memang bagus untuk mempromosikan pariwisata Bali. Sama dengan pasar Eropa, dulu 'kan begitu. Banyak pelukis Eropa yang ke Bali, melukis tentang Bali dan kemudian balik ke negaranya. Akhirnya masyarakat Eropa penasaran Bali itu seperti apa dan sampai sekarang 'market' Eropa itu masih datang ke Bali," ucapnya.
Menurut Gus Agung, kedatangan pelukis China tersebut sesuai perjanjian dengan mantan Konsul Jenderal China di Denpasar Guo Haodong untuk terus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia, khususnya Bali dengan China.
Baca Juga: Polda Bali Minta Masyarakat Waspada Modus Penipuan Mengaku Leasing
Sedangkan Cai Yushui mengatakan bahwa kunjungannya ini akan mengambil video dan gambar tentang Bali yang nantinya akan ditayangkan di berbagai platform di China.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President di Beijing Fine Art Academy itu juga ingin menambah inspirasi pada karya lukisannya. Ia juga berencana tahun depan akan berpameran di Bali.
"Kunjungan ini untuk mempererat hubungan Bali dengan China. Harapannya, masyarakat China akan dapat mengenal Indonesia dan Bali khususnya dengan lebih luas," ucapnya.
Melalui karya lukisannya, ia pun berharap dapat memberikan edukasi terkait sejarah Bali dengan keunikan masyarakatnya, sehingga penduduk di China dapat lebih memahami tentang Bali.
Ia merasa memiliki keterikatan yang kuat pada masyarakat Indonesia dan Bali, terlebih setelah pandemi COVID-19 dan pensiun dari perguruan tinggi sehingga memiliki waktu untuk datang lagi ke Indonesia yang sudah dirasakan sebagai rumah kedua.
Sementara itu, Guo Haodong, mantan Konsul Jenderal China di Denpasar yang turut dalam rombongan tersebut juga menyampaikan harapannya agar lebih banyak masyarakat China yang mengenal Bali lebih mendalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA