SuaraBali.id - Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 46 menjadi ajang yang ditunggu-tunggu masyarakat Bali. Berbagai pertunjukkan dari Kabupaten maupun Kota di Bali tampil dalam ajang tahunan itu.
PKB yang dibuka sejak Sabtu (15/6/24) ini mengusung tema “Jana Kerthi Paramaguna Wikrama”, bermakna sebagai harkat martabat manusia unggul.
PKB ini akan berlangsung selama satu bulan hingga 13 Juli 2024 mendatang. Selama satu bulan itu aka nada banyak pertunjukkan yang menarik.
Salah satu pertunjukkan yang sudah digelar yaitu ajang Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket di panggung Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.
Kesenian yang satu ini terbilang cukup unik, lantaran menampilkan sebuah barong ket yang sosok barongnya mirip dengan manusia.
Namun, dalam penampilan Tari Barong Ket ini ada momen yang sungguh menarik. Kegagalan ataupun halangan dalam sebuah pentas memang terbilang biasa, lantaran pasti ada human error.
Namun halangan yang dihadapi oleh peserta yang satu ini cukup diatasi dengan bijak, hingga terlihat tidak ada masalah apapun.
Iya, dalam sebuah video yang diunggah akun Tiktok @bropoetoe memperlihatkan penampilan Tari Barong Ket dari salah satu peserta lomba.
Awalnya, penampilan tersebut sangat berjalan mulus. Namun di tengah-tengah penampilan, tiba-tiba salah satu penari ada yang tertimpa tedung.
Baca Juga: Polisi Belum Pastikan Dugaan Praktik Pengoplosan Elpiji di Gudang yang Terbakar di Denpasar
Tedung tersebut awalnya dibawa oleh penari pria, kemudian ia hendak memberikannya kepada penari Barong.
Sayangnya, kedua kaki penari barong yang menerima Tedung tersebut tidak cukup kuat menahannya, sehingga tedung yang dibawa tiba-tiba jatuh dan menimpa kepala sang penari.
Beruntungnya, sang penari itu langsung sigap menangkap Tedung tersebut sehingga tidak terjatuh ke lantai.
Setelah sudah dibawa oleh penari, Tedung itu kembali diberikan pada penari barong dan pertunjukkan Kembali berlanjut seperti tidak ada masalah apa-apa.
Untuk diketahui, Tedung merupakan salah satu jenis pelengkap upacara keagamaan yang berbentuk mirip dengan payung.
Tedung ini memiliki peranan penting dalam upacara agama Hindu di Bali, salah satunya untuk melindungi pelinggih-pelinggih suci di merajan atau Pura.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka