SuaraBali.id - Tari Rejang adalah salah satu tarian sakral asal Bali. Tari ini biasa ditampilkan dalam upacara-upacara tertentu diantaranya ritual keagamaan Hindu dan upacara adat.
Tari rejang memiliki ciri Khas dengan gerakan yang anggun dan lamban yang disebut meniru gerakan dewa dan dewi.
Sedangkan kostumnya menggunakan detail yang rumit dimana terdiri dari mahkota emas berhias bunga, kain panjang bermotif prada, dan selendang yang diikat di pinggang.
Tari rejang biasanya diiringi oleh instrumen musik: Gamelan Bali, termasuk gong, gendang, dan simbal. Tari ini juga dilakukan secara berkelompok, dengan penari membentuk barisan atau lingkaran.
Jenis Tari Rejang:
* Tari Rejang Renteng: Tari yang dilakukan oleh sekelompok perempuan dengan gerakan yang sederhana dan teratur.
* Tari Rejang Dewa: Tari yang lebih sakral, dilakukan oleh penari laki-laki yang mengenakan mahkota dewa.
* Tari Rejang Gutri: Tari yang mengisahkan pertemuan antara Dewa Siwa dan Dewi Parwati.
* Tari Rejang Ayun-Ayun: Tari yang dilakukan oleh penari perempuan yang duduk bersimpuh dan mengayun-ayunkan tubuhnya.
Tak sekadar tarian biasa, Tari Rejang melambangkan harmoni antara manusia dan alam semesta. Gerakannya yang anggun dan lamban menunjukkan sikap hormat kepada dewa-dewa dan kedekatan spiritual antara penari dan dunia suci.
Tak heran Tari Rejang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2015.
Sedangkan bagi masyarakat di Bali, Tari Rejang memainkan peran penting dalam melestarikan budaya dan tradisi.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca Buruk di Wilayah Bali 7-9 Juni 2024, Wilayah Ini Harap Waspada
Hal ini karena pertunjukan tari ini sering menjadi bagian dari acara-acara keagamaan dan sosial, memperkuat rasa kebersamaan dan identitas masyarakat Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG