SuaraBali.id - Bareskrim Mabes Polri mengungkap jaringan narkoba yang beroperasi dari sebuah clandestine lab atau laboratorium narkoba rahasia di vila Sunny Village, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, kabupaten Badung. Bali.
Laboratorium tersebut sudah beroperasi memproduksi narkoba jenis ganja hidroponik hingga mephedrone sejak September 2023.
Unit vila nomor 6 itu disebut memiliki ruang bawah tanah khusus yang dioperasikan sebagai laboratorium sekaligus ladang ganja hidroponik. Dalam unit vila seluas 218 meter persegi itu narkoba bisa diproduksi dan dipasarkan secara online.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa menjelaskan jika ruang bawah tanah tersebut juga kedap sinyal. Sehingga, alat yang dimiliki kepolisian untuk melacak juga tidak berfungsi.
Baca Juga: Tokoh Politik di Bali Tak Ada yang Maju Cagub Jalur Perseorangan
“Karena di bawah ada basement. Sifatnya underground, sinyal pun tidak masuk. Jadi kalau kita melacak nomor hp tidak bisa terkoneksi oleh alat-alat kita,” ujar Mukti saat ditemui di TKP pada Senin (13/5/2024).
Mukti juga menyebutkan jika desain basement tersebut berbeda dari unit vila lainnya. Pada komplek vila sunny village tersebut, terdapat 28 unit vila yang berada pada satu komplek.
Mukti masih mendalami dugaan adanya keterlibatan pihak pemilik vila dalam kejanggalan desain yang ada di vila TKP. Dia mencurigai jika pihak vila terlibat dalam pembuatan desain yang berbeda dari unit lainnya.
“Kita masih pengembangan. Tapi saya kira (vila TKP) beda dengan yang lain, yang lain gak ada basement, ini ada basement,” ujarnya.
“Pasti lah (ada keterlibatan pemilik vila), nanti kita dalami,” imbuh Mukti.
Baca Juga: Bule Rusia Merasa Dideportasi Paksa Oleh Imigrasi Bali, Kini Minta Tolong Jokowi
Sementara itu, pihak pemilik vila yang diwakili kuasa hukumnya membenarkan jika hanya unit vila TKP yang memiliki ruang bawah tanah. Namun, hal tersebut dikarenakan saat transaksi, pelaku meminta kontraktor agar dibangun basement tersebut.
Sementara, pada unit lainnya, tempat yang dibuatkan untuk ruang bawah tanah itu sejatinya adalah ruang untuk kolam renang.
Pelaku juga meminta dibuatkan ruang bawah tanah tersebut juga mengaku jika tempat itu nantinya akan digunakan untuk membuat gym dan bioskop mini.
“Pas pembangunannya dia pesan desain khusus gak sama dengan yang lain. Kalau desain yang lain kan ada kolam renang ya, tapi dia gak mau kolam renang,” ujar kuasa hukum Sunny Village, Setyo Edi saat ditemui pada kesempatan yang sama.
“Dia minta basement dengan alasan dia bikin gym dan mini theater. Sehingga pihak kontraktor dan pengembang di sini gak curiga. Wajar kan bule bikin gitu,” imbuhnya.
Diketahui, unit vila TKP sudah disewa selama 24 tahun 8 bulan sejak tahun 2022 lalu. Namun, pembangunan desain sesuai keinginan pelaku sudah dimulai sejak 2021 lalu.
Pabrik narkoba rahasia itu dioperasikan oleh dua orang kembar asal Ukraina, Ivan Volovod dan Mikhayla Volovod. Selain mereka, pengedar asal Rusia bernama Konstantin Krutz juga diamankan.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
-
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh? Ini Tradisi Unik yang Wajib Diketahui
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan
-
Pemudik dari Bali Jadi Korban Ledakan Petasan Balon Udara yang Diterbangkan Anak-anak