Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 07 Mei 2024 | 11:40 WIB
Ilustrasi pernikahan di Bali

8.      Majauman

Prosesi ini mengharuskan pengantin pria mengunjungi rumah mempelai Wanita setelah semua rangkaian upacara telah selesai. Kata ‘Jaum’ dalam majauman merujuk pada jarum, dimana perannya dalam merajut Kembali hubungan antara kedua keluarga setelah terjadi ketegangan.

Upacara ini memiliki tujuan spiritual, memberitahukan kepada Hyang Guru dan leluhur tentang ikatan pernikahan yang baru terjalin dan memohon perlindungan terhadap ancaman bahaya yang mungkin terjadi dimasa depan.

9.      Natab Pawetonan

Baca Juga: Pernikahan Mahalini dan Rizky, Sebagian Ruas Jalan Depan Rumah Mahalini Ditutup

Ritual ini berlangsung di atas tempat tidur, dimana mempelai pria menyerahkan seserahan berupa barang-barang berharga, termasuk perhiasan dan pakaian kepada ibu mempelai Wanita.

10.   Prosesi Bekal

Tradisi ini adalah tradisi menyerahkan sekelompok perhiasan atau pakaian ibadah oleh seorang ibu kepada anak wanitanya. Upacara ini mencerminkan bahwa anak Perempuan akan selalu menghargai pengorbanan ibunya yang telah mengalami perjuangan dan kesulitan dalam membawanya ke dunia.

11.   Acara Mejaya-jaya

Puncak tradisi pernikahan adat di Bali ini adalah Upacara Mejaya-jaya. Prosesi ini dilakukan setelah pasangan pengantin resmi menjadi suami istri. Tujuan prosesi ini adalah untuk menunjukkan harapan akan mendapatkan kemudahan dan bimbingan terus menerus dari Sang Hyang Pramesti Guru.

Baca Juga: Tukang Tato di Ubud Ditangkap Karena Curi IPhone 13 Pelanggannya

Kontributor : Kanita

Load More