SuaraBali.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar membocorkan salah satu nama yang sedang digodok untuk diajukan sebagai Calon Gubernur Bali pada Pilkada 2024 nanti. Salah satu nama tersebut adalah Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.
Akankah PJ Gubernur Bali ini bersaing dengan nama-nama yang sudah digemborkan akan maju menjadi calon gubernur Bali di Pilkada 2024 ini seperti Mantan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta?
Sebelumnya, nama Mahendra memang dirumorkan masuk menjadi bursa Calon Gubernur Bali. Rumor tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia.
“Salah satu yang kita akan pertimbangkan untuk kita calonkan di Bali ini adalah PJ Gubernur (Bali),” ujar Doli usai Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI di Kantor Gubernur Bali, Senin (6/5/2024).
Meski begitu, Doli menyebut jika pihaknya masih belum memberikan rekomendasi terhadap siapa pun untuk menjadi kepala daerah. Golkar disebutnya sedang menggodok 1.200 nama untuk diajukan menjadi calon kepala daerah.
Doli menyebut jika Golkar sudah menyiapkan nama-nama tersebut sejak 1,5 tahun yang lalu. Selama itu, dia menyebut sudah mengadakan serangkaian tes dan survei untuk menentukan elektabilitas nama calon tersebut.
Sekitar Bulan Juli, baru nama-nama tersebut akan disurvei kembali dalam tahapan pemantapan penjaringan. Rekomendasi akan diputuskan pada Bulan Agustus atau September menjelang pendaftaran calon kepala daerah.
“Kami sudah punya sekitar 1.200 nama dan kita sudah memasuki tahap yang ketiga sekarang yaitu melakukan survei. Jadi kita melakukan survei pada nama-nama itu termasuk di Bali,” tutur Doli.
Namun, Doli enggan menyebutkan nama lain yang digodok untuk diajukan menjadi Calon Gubernur Bali.
Baca Juga: Lalu Gita Ariadi Masuk Radar Golkar Untuk Pilkada Gubernur NTB
“Sekarang kita belum bisa mengatakan si A dan si B dan Si C (diajukan) karena kita dalam saat ini adalah proses pemantapan penjaringan. Nama-nama seperti pak Pj. Gubernur nanti kita lihat muncul atau tidak di dalam survei kita,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk koalisi parpol di Bali pihaknya masih membuka kesempatan dengan semua parpol. Namun, karena masih dekat dengan Pilpres, pada tahapan awal Golkar akan membuka komunikasi dengan parpol dalam Koalisi Indonesia Maju.
Namun, dia juga membuka kemungkinan menyesuaikan koalisi daerah dengan peta politik di daerah masing-masing.
“Itu belum tentu sama petanya dengan nasional. Jadi misalnya di Bali kita paham konstelasi politik partai di Bali juga berbeda secara nasional atau di tempat yang lain,” pungkasnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Jangan Salah! Ini Durasi Tidur Ideal Berdasarkan Usia Anda
-
Rekomendasi Mobil Keluarga Terbaik di 2026
-
Rilis Bulan Depan, Ini Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra
-
BMKG Deteksi Pusat Tekanan Rendah di Selatan NTB, Ancaman Cuaca Ekstrem?
-
Dua Kasus Super Flu Ditemukan di Bali, Begini Kondisi Pasien