SuaraBali.id - Kepolisian resort (Polres) Mataram bersama BNN Kota Mataram melakukan tes urin terhadap sopir dan kernet bus mudik lebaran. Sebanyak 12 sopir dan kernet bus melakukan tes urin pada Minggu (7/4) siang.
Dalam giat tes urin kali ini, salah satu sopir Bus Dunia Emas terpaksa harus membatalkan puasanya. Hal ini lantaran kencingnya tidak bisa keluar setelah cukup lama di dalam kamar mandi.
Petugas meminta agar sopir tersebut tetap mengikuti tes urin. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar sopir yang membawa para penumpang tidak dalam pengaruh obat-obat terlarang.
Setelah membatalkan puasa dengan minum air mineral, sopir tersebut akhirnya bisa mengeluarkan air kencing. Setelah keluar membawa air kencing sorak dari petugas dan beberapa orang di lokasi tersebut membuat heboh lokasi.
“Tadi hampir satu jam. Puasa ini tapi sudah buka tadi harus minum untuk bisa keluar kencing,” Miftahul Juliadin.
Ia mengatakan, kencing yang tidak bisa keluar tersebut bukan karena tegang adanya pemeriksaan. Melainkan sebelumnya sudah kecing sehingga agak sulit untuk bisa keluar. “Tidak tegang tapi memang aman lah,” katanya.
Dari hasil pemeriksaanya yang dilakukan, salah satu sopir bus pengangkut pemudik dengan rute Mataram-Bima dinyatakan negative. “Alhamdulillah puas ya dengan hasilnya,” katanya.
Sementara itu, Konselor Adeksi pada BNN Kota Mataram Heri Sutowo mengatakan tes urin yang dilakukan tidak saja pada arus mudik melainkan juga arus balik yang dipusatkan di Terminal Mandalika Kota Mataram.
“Ini bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di sopir dan kenek. Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang,” katanya.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Wilayah Bali Sabtu, 6 April 2024
Tes urin yang dilakukan di terminal Mandalika ini sudah dua kali. Total sopir dan kenek yang sudah dites sebanyak 33 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak dua kenek dinyatakan positif penyalahgunaan narkoba.
“Kita pemeriksaan lebih lanjut di polres Mataram. Apakah nanti terlibat dalam jaringan atau tidak nanti kita tunggu hasil proses selanjutnya. Kalau hanya pengguna nanti dalam proses rehabilitasi,” tutupnya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP