Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 30 Maret 2024 | 09:00 WIB
Suasana di Gereja Katedral Denpasar dalam rangkaian peribadatan Tri Hari Suci, Jumat (15/4/2022) [SuaraBali.id/Yosef Rian]

Mgr. Silvester San dalam kotbahnya mengatakan Jumat Agung merupakan perayaan khusus yang berkonsentrasi pada peringatan sengsara dan kematian Yesus Kristus.

Jumat Agung bertujuan menegaskan bahwa kesengsaraan dan kematian Yesus dikenang secara istimewa dan tersendiri bagi orang Kristiani yang pada akhirnya membawa kepuasan dan kegembiraan bagi pengikutnya.

"Penderitaan dan salib Yesus mengingatkan kepada banyak penderitaan yang dialami gereja di seluruh dunia. Penderitaan menjadi bagian integral kehidupan pengikut Kristus," kata Uskup Silvester.

Gereja yang menderita tidak boleh membuat umat Katolik kehilangan harapan.

Baca Juga: 13 Tahun Berjuang Melawan Epilepsi, Nyoman Swangangga Ingin Anaknya Sembuh

Akan tetapi di dalam penderitaan, umat dapat memberikan kesaksian tentang Yesus yang berani berkorban di dalam masyarakat maupun dalam hidup beragama.

Karena itu, Uskup Silvester meminta umat Katolik untuk berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat dan negara. (ANTARA)

Load More