SuaraBali.id - I Nyoman Swagangga ayah dari Ni Kadek Purudi Asmi pantang menyerah meski sudah berjuang selama 13 tahun lamanya mengawasi sang putri yang menderita Epilepsi. Perjuangannya pun dilakukan dengan mengunjungi berbagai rumah sakit dan menjalani pengobatan alternatif.
Ia pun rela anaknya menerima obat-obatan sejak bayi karena penyakitnya ini. Hingga akhirnya kini, mulai ada kemajuan dari sang putri. Hal ini terjadi setelah anaknya mendapatkan operasi epilepsi dan perlahan dosis obat dapat dikurangi.
“Awalnya saat anak saya berusia 7 bulan mengalami kejang dan tidak sadarkan diri, lalu saya bawa ke rumah sakit di Klungkung, namun saat duduk di bangku SMP anak saya mulai kejang lagi dengan intesitas sering. Saya berharap setelah operasi ini anak saya bisa sembuh total,” ujarnya saat memberi keterangan di momen Purple day atau Hari Epilepsi Internasional.
Purple Day atau Hari Epilepsi International yang jatuh setiap tanggal 26 Maret menjadi momentum untuk mengingatkan tentang pentingnya mengenal penanganan epilepsi agar tidak menjadi stigma buruk bagi penderitanya.
Menurut Dokter Spesialis Saraf, dr. I Gusti Ayu Made Riantini, Purple Day merupakan bagian dari kampanye internasional sejak 26 Maret 2008 di Kanada yang diikuti 85 negara. Sejak itu pula tercatat Penderita epilepsi mencapai 65 juta penduduk di dunia.
Ia menyebut bahwa 1 dari 100 orang menderita epilepsi dan di Indonesia terdapat 150 ribu kasus per tahun.
“Hal yang penting adalah mengedukasi masyarakat agar tidak mempercayai mitos dan tidak memberikan stigma buruk terhadap penderita epilepsi. Manfaatnya jika penanganan epilepsi diketahui secara luas. Dengan mengenal epilepsi tentu akan mendorong keluarga penderita lebih terbuka sehingga penanganan yang lebih tepat,” jelasnya.
Ia melanjutkan bahwa saat ini terjadi peningkatan jumlah pasien yang mengalami epilepsy. Hal tersebut dilihat dari meningkatnya jumlah pasien epilepsi di RSU Siloam Bali dalam beberapah tahun terakhir.
Pada periode 2018 terdapat 442 pasien, 2019 : 981 pasien, 2020 yang terus mengalami kenaikan sebamyak 1593 dan data terakhir tahun 2023 mencapai 3510 penanganan dan kunjungan pasien epilepsi.
Baca Juga: Wisman yang Melintas di Uluwatu Langsung Diminta Bayar Pungutan
Namun kini RS Siloam Hospitals telah berhasil melakukan operasi epilepsy. Salah satunya kepada Ni Kadek Purudi.
Menurut dr. Dewa Putu Wisnu Wardhana, (Neurosurgeon) beberapa modalitas yang dapat digunakan dalam deteksi epilepsi dan penyebabnya yaitu, pemeriksaan EEG : Elektroensefalografi yang merekam aktifitas elektrik spontan dari otak, selama periode tertentu (30 menit), dari elektrode yang di pasang di kulit kepala dan melalui MRI (di kepala).
"Hal ini untuk menilai anatomi otak dan menyingkirkan kelainan otak lain sebagai penyebab epilepsi,” tuturnya.
Sedangkan metode penanganan yang lebih mutakhir untuk mengatasi epilepsi menurut Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas adalah dengan Terapi VNS dan DBS.
VNS terapi atau disebut stimulasi saraf vagus yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Ini merupakan terapi tambahan untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 4 tahun ke atas.
Terapi ini telah disetujui untuk mengobati kejang fokal atau parsial yang tidak merespons obat kejang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
4 Kontak Penting Posko THR Gianyar Siap Terima Laporan Pekerja
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR
-
Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6