SuaraBali.id - Layaknya umat muslim sedekah di kotak amal, umat Hindu juga memiliki kebiasaan bersedekah di Pura.
Hal ini sering disebut dengan dana punia. Dana Punia tersebut untuk pembangunan tempat suci, untuk kegiatan pembinaan Sumber Daya Manusia Hindu yang berkualitas (pendidikan), untuk menolong sesama umat beragama (Non Hindu) yang sedang mengalami musibah dan masih banyak lagi.
Biasanya, dana punia ini diberikan oleh pemedek seikhlasnya sesuai dengan kemampuannya. Bisa diberikan dalam bentuk uang maupun tenaga.
Belakangan ini beredar sebuah video yang menunjukkan konsep modern sebuah pura. Dalam mengumpulkan dana punia, pura ini tak hanya melayani secara konvensional saja, melainkan juga online.
Sama halnya dengan transaksi jual beli jaman sekarang, mepunia di Pura ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi Qris.
Hal ini ditunjukkan ketika ada seorang pemedek yang berdiri di depan kotak dana punia tersebut. Bukannya mengambil uang tunai dan memasukkannya ke dalam kotak, pria ini justru mengambil ponsel pintarnya.
Iya, dia mengambil ponsel pintarnya dan membuka menu Mobile Banking kemudian melakukan pembayaran dana punia dengan Qris.
Video milik Madee66 ini sontak mengundang beragam komentar dari warganet setelah diposting ulang akun Instagram @Denpasar.viral.
“Pahala ne ngidang download di google drive nggih,” tulis @mahennrawrr.
Baca Juga: 59 dari 103 Napi Hindu di Lapas Lombok Barat Dapat Remisi Nyepi
“Bhatara: inget bukti transfernya damuh,” sahut @gungwawa_.
“Astungkara menghindari pencurian dan dana punia bisa aman,” ucap @swandani_75.
Punia diartikan sebagai pemberian yang tulus ikhlas. Memberi tidak harus menunggu mampu dahulu. Apa yang dimiliki saat ini tentu bisa diberikan dengan hati yang tulus.
Jika saat ini kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban punia berupa uang, maka bisa diberikan dalam bentuk karya punia. Pasalnya punia tidak hanya berbentuk uang saja.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG