SuaraBali.id - Ibu-ibu yang sedang menyusui anaknya memang mendapatkan dispensasi khusus untuk diperbolehkan tidak berpuasa.
Pasalnya, mereka memiliki tuntutan khusus untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi si bayi. Namun tak menutup kemungkinan, mereka juga bisa tetap berpuasa sembari menyusui.
Ada beberapa syarat untuk para ibu menyusui yang ingin tetap melaksanakan puasa Ramadan, salah satunya yaitu kondisi tubuh harus tetap fit.
Melansir dari laman Hello Sehat, sebuah studi menunjukkan bahwa kadar seng, magnesium, dan kalium ibu menyusui dapat menurun selama berpuasa di Bulan Ramadan.
Baca Juga: Segarkan Tenggorokan di Bulan Ramadan dengan Es Goyobod Khas Jawa Barat
Oleh karenanya, usahakan tetap memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui saat sahur, sehingga puasa lancar dan tidak mengalami hambatan. Berikut beberapa tips puasa untuk ibu-ibu menyusui:
1. Sahur menjadi hal yang Wajib
Ibu menyusui tidak disarankan untuk melewatkan waktu sahur. Produksi ASI menggunakan simpanan energi ibu dari makanan terakhir yang dikonsumsi, yaitu saat sahur. Maka dari itu, penting bagi ibu menyusui untuk tidak melewatkan waktu sahur.
2. Banyak Minum Air Putih
Air putih salah satu minuman yang sangat penting untuk Kesehatan tubuh. Bagi ibu menyusui yang berpuasa, harus banyak mengonsumsi air putih. Pasalnya, dengan begitu puasa yang sedang dilakukan akan berjalan lebih baik.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Wilayah Bali Sabtu, 23 Maret 2024
Ibu menyusui perlu minum air putih sebanyak 8 gelas setiap harinya. Selain itu juga bisa dengan mengonsumsi jus, susu atau makanan berkuah untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut.
3. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Pastikan makanan-makanan yang dikonsumsi ibu menyusui saat sahur maupun berbuka mengandung zat gizi yang seimbang, sehingga nutrisinya terpenuhi dengan baik. Contohnya seperti makanan berprotein (daging, ayam, ikan, telur), makanan berpati (nasi, kentang, pasta, roti), makanan berserat (sayuran, buah-buahan, biji-bijian), susu dan produk olahannya (keju, yoghurt).
4. Kurangi Aktivitas yang Berlebih
Aktivitas fisik dan cuaca panas bisa membuat ibu dehidrasi selama berpuasa. Dehidrasi ini bisa membuat tubuh ibu menyusui lemas dan suplai ASI berkurang. Maka dari itu ibu menyusui bisa mengurangi aktivitas fisik dan paparan sinar matahari menyengat.
Itulah beberapa tips untuk ibu-ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa. Namun sebagai catatan, Jika sudah merasa ada tanda-tanda mulai drop, harus segera membatalkan puasanya. Jangan sampai malah membahayakan keduanya ya!
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
-
Puasa Sunah Syawal dan Ganti Puasa Ramadan, Mana yang Harus Didahulukan?
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Tulisan Arab dan Latin: Jangan Sampai Keliru!
-
Niat Puasa Syawal 6 Hari Setelah Idul Fitri, Ini Bacaan Versi Malam dan Pagi Hari
-
Mengapa Puasa Syawal Dianjurkan? Ini 5 Keutamaannya
-
Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Ini Niat dan Waktunya
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan